Ganto.co – Program Bintang Aktivis Kampus (BAK) Wisuda Periode 140 Universitas Negeri Padang (UNP) menuai polemik karena dugaan manipulasi data dan penambahan kuota secara sepihak. Namun, Panitia membantah tudingan tersebut.
Ketua Pelaksana, Hasbi, menjelaskan bahwa penambahan kuota dari 20 menjadi 30 peserta bukan keputusan sepihak, melainkan permintaan dari pendaftar saat masa sosialisasi.
"Tuduhan kepada kami tidak terbukti benar, hanya asumsi negatif dari peserta yang tidak lolos," ujarnya melalui pesan kepada reporter Ganto, Senin (22/9).
Setelah pengumuman dikeluarkan, panitia membuka forum diskusi bagi pendaftar yang merasa dirugikan. Namun, menurut Hasbi, forum tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya karena adanya desakan dari peserta.
"Diskusi tidak terarah karena mereka ngotot masuk 30 besar. Bahkan ada upaya intimidasi, seperti memfoto panitia saat berkegiatan di PKM lalu menandai di WhatsApp Group (WAG) pendaftar BAK Periode 140," jelasnya.
Wakil Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UNP, Farras Fathin Naufal, menegaskan perlunya evaluasi agar kasus serupa tidak terulang.
"Kami dari BEM perlu menjaga kepercayaan peserta dengan meningkatkan pengawasan dan memperjelas mekanisme," ujarnya.
Ia juga menambahkan alasan tidak diumumkannya peraih BAK di media sosial resmi.
"Tidak diunggahnya peraih BAK di Instagram BEM periode ini karena kekecewaan panitia terhadap sikap peserta," terangnya.
Komentar (0)