Penari ini terdiri dari sekitar 800 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dan selebihnya pelajar dari SMA Adabiah 2 Padang, SMAN 2 Padang, SMAN 12 Padang, SMAN 5 Padang dan SMAN 8 Padang. Pada malam yang bersejarah sekaligus mengharumkan nama UNP dan Unand ini, para penari menyuguhkan aneka ragam jenis tarian, seperti: tari pasambahan, tari marawa, tari piring, tari dzikir dan pemukulan tambua. "Masing-masing durasinya sekitar 15 menit," jelasnya.
Persiapan untuk mempersembahkan tarian massal ini sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Dimulai dari recruitment penari dari masing-masing institusi pendidikan. Di Unand sendiri, proses recruitment bermula dari penyebaran informasidi Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM). Selanjutnya, mahasiswa yang berminat untuk menjadi penari mengisi formulir dan bersiap untuk latihan. Rani mengungkapkan bahwa peminatnya berasal dari semua mahasiswa yang tersebar di seluruh fakultas di Unand. Namun, mahasiswa dari jurusan Agribisnis adalah yang paling banyak. Selain itu, mahasiswa tingkat akhirpun dengan TM 2009 masih berminat mencari pengalaman dari ajang bergengsi ini.
Terkait pelaksanaan latihan, terlebih dahulu dilakukan di lembaga pendidikan asal penari masing-masing. "Tepatnya sudah dimulai sejak 26 April," jelas Koordinator Acara, Prof. Dr. Reni Mayerni, MS. Namun di Unand, latihan baru berjalan sebulan sebelum acara. Secara kontinu latihan dilakukan dari Senin sampai Jumat pada sore hari. Kemudian, seminggu menjelang hari H dilakukan latihan gabungan di kampus Unand. Ia menambahkan, demi mempermsiapkan penampilan maksimal pada minggu tersebut, seluruh penari melakukan Glady Rasic (GR) pada Sabtu (22/6), bahkan sampai jam 12 malam.
Rani mengaku dalam menjalani prosesi latihan tidak mengalami kendala yang berarti. Hal ini dikarenakan waktu yang digunakan untuk latihan adalah jam sore pada saat kuliah dan pasca ujian. Namun ia tak mengelak, mengingat jumlah penari yang tidak sedikit kadang-kadang pelatih yang berasal dari mahasiswa maupun guru-guru dari masing-masing SMA kelabakan dalam mengkondisikan penari. Mereka bahkan sampai teriak-teriak untuk sekedar menyuruh peserta untuk menbentuk formasi.
Dibalik itu, menjadi salah satu penari pada pembukaan MTQ MN XIII ini juga mendatangkan efek positif. Seperti halnya untuk sekedar memperluas pergaulan, mendapat pengetahuan tentang tarian yang belum diketahui sebelumnya, mendapat baju tari yang dikenakan pas hari-H dan yang sedang dijanjikan yaitu masing-masing peserta mendapatkan sertifikat. Meri
Komentar (0)