Ganto -Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP), Gilang Ramadhan, memberikan tanggapan terkait keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FIK UNP 2025.
Gilang menjelaskan, keputusan menghadirkan TNI bukan berasal dari universitas maupun fakultas secara sepihak, melainkan hasil koordinasi dengan organisasi mahasiswa (Ormawa) di FIK.
"Keterlibatan TNI dalam PKKMB FIK bukanlah keputusan sepihak pihak universitas atau fakultas, melainkan hasil koordinasi dengan Ormawa yang ada di FIK," ujar Gilang kepada Ganto, Senin (25/8/2025).
Ia menjelaskan, TNI hadir sebagai pelatih untuk menanamkan kedisiplinan dan membentuk karakter mental mahasiswa baru. Hal itu dinilai sesuai dengan kebutuhan mahasiswa olahraga yang menekankan fisik tangguh, semangat kebersamaan, dan disiplin.
Lebih lanjut, Gilang menekankan bahwa peran TNI terbatas hanya sebagai pelatih. Seluruh materi terkait akademik, kehidupan kampus, organisasi, maupun ruang ekspresi mahasiswa tetap menjadi tanggung jawab fakultas dan Ormawa.
"Kehadiran TNI sama sekali tidak akan membatasi kebebasan berpendapat, kreativitas, maupun ruang gerak mahasiswa baru," jelasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menolak anggapan bahwa kehadiran TNI membuka jalan bagi militer masuk ke ranah kampus.
"TNI di PKKMB bukanlah bentuk militerisasi kampus. Mereka hadir bukan sebagai kekuatan militer, melainkan mitra berdasarkan MoU, dan hanya sebatas pelatih di luar ranah akademik," tegas Gilang.
Komentar (0)