Ganto.co - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter dan diskusi publik bertema "Serangan Digital terhadap Aktivis", di Kantor AJI Padang pada Selasa (19/8). Acara ini menyoroti maraknya praktik peretasan, doxing, hingga kriminalisasi digital yang kerap dialami aktivis, mahasiswa, maupun lembaga bantuan hukum. Film dokumenter yang diputar merupakan karya produser Aidil Ichlas.Dalam diskusi, sejumlah narasumber menekankan bahwa serangan digital bukan lagi fenomena sporadis, melainkan sudah menjadi pola terstruktur untuk membungkam kritik.
Calvin Permana dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang menuturkan bahwa advokasi kasus Afif Maulana, remaja 13 tahun yang meninggal diduga akibat penyiksaan aparat, memperlihatkan betapa kuatnya peran media sosial dalam menggerakkan dukungan publik. Namun, upaya tersebut dibalas dengan gencarnya serangan digital.
"Di kolom komentar akun LBH Padang, kami diserang buzzer yang menstigma LBH sebagai pembela kriminal atau pendukung tawuran. Bahkan ada upaya masuk ke akun dan gangguan di website. Ini jelas upaya terstruktur untuk melemahkan advokasi," kata Calvin.
Sementara itu, Ilhamdi Putra dari LBH Pers Padang menyoroti lemahnya perlindungan hukum bagi korban peretasan. Menurutnya, kasus peretasan yang dialami aktivis hampir tidak pernah diusut tuntas.
"Pernahkah ada kasus peretasan yang pelakunya benar-benar dihukum? Saya belum pernah mendengar. Padahal berbicara dan mengkritik itu hak dasar warga negara yang harus dijamin," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Fachri Hamzah, Trainer Keamanan Digital AJI Padang, menegaskan bahwa mahasiswa menjadi salah satu kelompok paling rentan terhadap serangan digital.
"Mulai dari ancaman pembunuhan, peretasan akun, hingga doxing. Bahkan ada indikasi penggunaan spyware canggih seperti Pegasus untuk memantau aktivis. Ini bukan lagi isu kecil, tapi ancaman serius bagi kebebasan sipil," jelas Fachri.
Diskusi yang dimoderatori AJI Padang ini menggarisbawahi pentingnya solidaritas dan literasi keamanan digital bagi masyarakat sipil. Serangan digital, menurut para narasumber, bukan sekadar gangguan teknis, melainkan bentuk represi baru yang membahayakan demokrasi.
Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta dari kalangan mahasiswa, aktivis, dan jurnalis. Melalui forum ini, Ketua Umum AJI Padang, Novia Harlina, berharap publik semakin sadar bahwa serangan digital adalah persoalan serius yang perlu direspons dengan perlindungan hukum dan solidaritas bersama.
Komentar (0)