Dalam upaya memberikan perlindungan dan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Generasi Alpha, Tim Pengabdian Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) Universitas Negeri Padang (UNP) menyelenggarakan workshop bertema "Melindungi Anak Gen Alpha: Workshop Pendidikan Seksual Berbasis Statistika dan Praktik Efektif bagi Guru Sekolah Dasar" di Gugus 2 Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sabtu (26 Juli 2025).
Kegiatan ini melibatkan tujuh sekolah dasar dalam satu gugus, yaitu SDN 16 Guguak Tinggi, SDN 23 Guguak Randah, SDN 19 Koto Tuo Selatan, SDN 03 Koto Tuo, SDN 13 Guguak Randah, SDN 24 Guguak Tinggi, dan SDN 21 Koto Tuo Timur. Workshop ini diselenggarakan sebagai bentuk respons terhadap urgensi perlindungan anak melalui pendekatan edukatif dan statistik berbasis data lokal.
Ketua Tim Pengabdian, Tessy Octavia Mukhti, M.Stat., dari Program Studi S1 Statistika UNP, berkolaborasi lintas disiplin dengan Widia Kemala Sari, M.Pd., dari Prodi Pendidikan IPA dan Zulmi Yusra, S.Psi., M.M., dari Prodi Psikologi. Pendekatan multidisiplin ini memperkuat substansi materi yang diberikan kepada para guru. Kegiatan workshop ini berlangsung sejak Juli hingga Agustus 2025.
Tessy dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi akademisi terhadap persoalan riil yang terjadi di tengah masyarakat.
"Sebagai pendidik dan ilmuwan, kita tidak bisa menutup mata terhadap ancaman kekerasan seksual yang kian kompleks. Pendidikan seksual berbasis data bukan hanya perlindungan, tapi juga bentuk cinta kita kepada generasi mendatang," ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Unit Kerja Pendidikan Kecamatan IV Koto menekankan
"Pendidikan seksual yang tepat adalah bagian dari penguatan karakter siswa. Saya berharap pelatihan ini menjadi titik awal transformasi metode pengajaran kita di sekolah," tuturnya dalam sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.
Workshop ini juga menghadirkan narasumber ahli, Fauziah Taslim, M.Psi., Psikolog, yang dikenal luas atas kiprahnya dalam mewawancarai korban kasus kekerasan seksual terhadap anak di wilayah Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Agam, dengan pendekatan psikologis. Melalui materi yang disampaikannya, peserta dibekali wawasan tentang pentingnya komunikasi seksual yang sehat dengan anak, teknik penyuluhan yang efektif di lingkungan sekolah dasar, serta pemanfaatan data untuk merancang strategi pencegahan kekerasan seksual.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru dapat menjadi garda terdepan dalam perlindungan anak dengan cara yang lebih ilmiah, empatik, dan kontekstual sesuai kebutuhan zaman. Workshop ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap isu-isu perlindungan anak.
Komentar (0)