Bermula dengan berkumpulnya rektor Universitas Andalas (Unand) dan rektor Universitas Negeri Padang (UNP) beserta para wakil/pembantu rektor I, II, III, dan IV-di rektorat UNP, kegiatan pemantauan pelaksanaan ujian tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) dilanjutkan dengan mendatangi lokasi ujian di lokal sementara SMP Pembangunan UNP. Dalam pemantauan ini ikut pula para dekan dan kepala biro dari kedua universitas, dan panitia lokal 17 Padang . Tak luput dalam kegiatan pemantauan tersebut, hadir pula para wartawan dari berbagai media yang ada di Padang, baik itu media cetak, media online dan media penyiaran.
Berbeda dengan hari pertama yang start dari UNP, pada hari kedua rombongan berkumpul di rektorat Unand. Selanjutnya diteruskan dengan meninjau lokasi ujian Saintek-Campuran di lokal Gedung A. Pemantauan yang berlangsung selama dua hari (18-19/6) tersebut, selalu diakhiri dengan jumpa pers. Selain itu, sebelum rombongan bubar kembali kekesibukan masing-masing, juga diadakan rapat evaluasi langsung akan hasil pemantauan.
Berdasarkan pemantauan, pada hari pertama misalnya, kesalahan-kesalahan kecil akibat human error seperti lembar jawaban atau lembar soal yang kurang masih ditemukan pada lokasi-lokasi yang ditinjau. "Kesalahan-kesalahan kecil tersebut dapat teratasi dengan adanya lembar cadangan," terang Prof. Dr. Agus Irianto selaku ketua panitia SBMPTN, Selasa (18/6). Lebih lanjut, ia berharap agar kesalahan-kesalahan serupa tidak dijumpai pada ujian selanjutnya.
Media
Komentar (0)