Bertujuan meminta kebijakan gubernur untuk menolak kenaikan harga BBM, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sumatera Barat (Gemas) melakukan aksi demonstrasi, Senin (17/6).
Namun, aksi tersebut tidak mendapat respon dari pihak gubernur. Aksi dilanjutkan dengan berjalan menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Barat. Dalam aksi sepanjang jalan dari kantor Gubernur ke DPRD, Gemas membagikan selebaran berisikan protes atas kenaikan BBM.
Para pendemo ini terdiri dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengenalan Hukum dan Politik (PHP) Unand, Lembaga Advokasi Mahasiswa dan Pengkajian Kemasyarakatan (LAM & PK) Fakultas Hukum Universitas Andalas (FHUA), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang, FMN Padang, BEM Filkom UPI, mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol, GMNI Cab. Padang, Pedagang pasar raya Padang dan masyarakat umum.
Fauzi, Mahasiswa Universitas Bung Hatta yang ikut serta dalam demonstrasi mengatakan ketidaksetujuannya atas kenaikan BBM. Kendatipun ada bantuan pemerintah untuk masyarakat dalam bentuk BLSM (kompetisi) menurutnya hanya menambah hutang negara. "Ini bukan solusi masalah," ujarnya.
Berapa saat setelah tiba di gedung DPRD, peserta demonstrasi yang menggunakan pita berwarna merah serta karton dan spanduk berisikan kalimat penolakan melanjutkan aksi orasi. Usai melakukan shalat Zuhur, pihak DPRD menemui demonstran. Namun, pihak demonstran menolak dengan alasan pihak DPRD harus menghadirkan seluruh dewan perwakilan rakyat.
Aksi memanas setelah permintaan demonstran belum juga terpenuhi hingga waktu yang ditentukan. Melihat pintu DPRD yang ditutup dan tak tampak ada respon lanjutan dari pihak DPRD, demonstran mulai mendesaki pintu masuk yang sudah dipagari polisi.
Desak-desakan antara pihak kepolisian dan demonstran berujung dengan pecahnya kaca pintu masuk DPRD bagian kanan. Keributan tak dapat dielakkan.
Reza Fauziah, pendemo wanita dari organisasi LAM-PK harus dilarikan ke RSUP M. Djamil ulah terjatuh dan terbentur di bagian kepala akibat hantaman aparat kepolisian saat terjadi bentrok.
Salah seorang anggota DPRD Sumbar Muhammad Tauhid menyatakan kesetujuannya atas kenaikan harga BBM. Ia juga menegaskan bahwa kesetujuannya juga menjadi perwakilan suara anggota DPRD lainnya. Novi
Komentar (0)