Ganto.co -Pemilik usaha Mie Onde Mande, Taqiyya Febri Nabila, menjadi pembicara utama dalam seminar kewirausahaan bertajuk "The Future of Entrepreneurship & from Learner to Leader by Shaping the Future Through Education" yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Padang (UNP) pada Selasa (20/5) di Aula FEB UNP.
Taqiyya memaparkan bahwa langkah pertama dalam memulai bisnis adalah menemukan ide yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia menyatakan ide tersebut bisa berasal dari berbagai hal di sekitar kita.
"Ide bisnis bisa muncul dari masalah di sekitar, tren yang sedang berkembang, atau bahkan hobi," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menguji ide bisnis sebelum dijalankan agar produk yang ditawarkan benar-benar dibutuhkan dan bisnis dapat berkelanjutan. Ia menyarankan mahasiswa melakukan survei sederhana untuk mengetahui efektivitas strategi bisnis.
"Lakukan survei sederhana untuk mengetahui apakah produk dibutuhkan, strateginya tepat, dan bisnisnya berkelanjutan," jelasnya.
Taqiyya juga menyoroti pentingnya memahami kompetitor guna menciptakan keunggulan produk.
"Kenali pesaing, pelajari kelebihan dan kekurangannya, lalu ciptakan nilai lebih yang membedakan produk kita," tambahnya.
Dalam membangun usaha, ia menegaskan pentingnya perencanaan yang matang . Ia merekomendasikan penggunaan Business Model Canvas (BMC) sebagai panduan merancang strategi dan alur kerja.
Dari sisi keuangan, ia mengingatkan pentingnya menghitung kebutuhan modal, mencari sumber dana, serta membuat proyeksi keuangan sederhana sejak awal.
Terkait promosi, Taqiyya menekankan pentingnya membangun identitas usaha melalui logo, seragam, dan kehadiran aktif di media sosial.
"Logo, seragam, dan media sosial adalah cara membangun citra agar usaha dikenal konsumen," ujarnya.
Ia juga menghimbau agar strategi penjualan bersifat fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perubahan pasar.
"Pasar terus berubah, jadi strategi juga harus bisa menyesuaikan kebutuhan konsumen," ucapnya.
Di akhir sesi, Taqiyya menegaskan bahwa menjadi pengusaha bukan sekedar soal keuntungan, tetapi juga kesiapan menghadapi risiko dan tantangan bisnis.
"Dalam bisnis, masalah itu pasti ada. Yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya dan terus mencari solusi," tutupnya.
Komentar (0)