Ganto - Seminar akuntansi bertajuk "The Future of Accounting in The AI Era" diselenggarakan pada Kamis (15/5), di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Padang (UNP). Acara ini menghadirkan dua pemateri utama, yakni Dr. Mia Ayu Gusti, S.E., M.M., dosen Manajemen FEB UNP, dan Dr. Rino Dwi Putra, S.E., M.Si., dosen Akuntansi FEB UNP.
Dalam penjelasannya, Mia, menekankan pentingnya menjunjung tinggi integritas akademik di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, termasuk kecerdasan buatan (AI).
"Pemanfaatan AI sudah diatur dalam dunia akademik. Kita bisa memanfaatkannya, dengan catatan sebagai akuntan harus menjunjung tinggi integritas akademik dalam penggunaannya," ujarnya.
Ia juga menyoroti cara mahasiswa menggunakan AI saat ini. Menurutnya, banyak mahasiswa yang menjadikan AI sebagai pedoman utama tanpa menyaring atau memahami informasi yang diberikan.
"Mahasiswa sekarang tidak bisa memanfaatkan AI dengan tepat. AI diciptakan untuk membantu proses belajar, bukan menggantikan manusia. Jika manusia digantikan oleh AI, maka sesungguhnya kita sedang kehilangan daya pikir," jelasnya.
Sementara itu, Rino, membahas dampak jangka panjang penggunaan AI yang tidak bijak. Ia menilai ketergantungan terhadap teknologi dapat menghilangkan kemampuan berpikir kritis.
"Kita masuk ke era generative AI. Ketergantungan berlebihan membuat mahasiswa sulit berpikir spontan dan bisa menyebabkan dehumanisasi," tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyebutkan bahwa akuntan memiliki tiga kelebihan utama dibandingkan AI, yaitu prinsip etika akuntansi, kreativitas, dan kemampuan professional judgment.
"Kelebihan kita sebagai akuntan karena memiliki prinsip etika akuntansi, kreativitas, dan kemampuan professional judgment. Namun, AI juga akan terus berkembang dan bisa mengambil alih sebagian kemampuan itu," ujarnya.
Terakhir, ia menyampaikan bahwa AI bisa menjadi alat pembodohan jika tidak digunakan dengan bijak. Namun, di sisi lain, AI juga dapat menjadi peluang untuk meningkatkan strategi berpikir.
"AI itu mesin, akuntan itu jiwa jadi cara agar kita tidak tergantikan oleh AI adalah dengan berkolaborasi dengannya, bukan bergantung sepenuhnya," tutupnya.
Komentar (0)