Diresmikannya organisasi bidik misi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP) pada Oktober lalu, membuka pintu bagi organisasi ini menjalani program kerjanya. Terdiri dari empat depertemen, yaitu Depertemen Kerohanian, Penalaran, Kewirausahaan, dan PeÂngembangan Sumber Daya Manusia. Masing-masing departemen sudah menyiapkan program kerja mereka untuk diaplikasikan kedepannya. Dua buah program sudah berjalan. Saat ini sedang berlangsung les TOEFL untuk mahasiswa Bidik Misi dan juga telah dilasanakan Latihan Keterampilan Managemen MahaÂsiswa (LKMM) yang berlangsung pada 12-14 April lalu di Alahan Panjang. Bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas dan mengembangkan potensi mahasiswa, organisasi ini merangkul seluruh mahasiswa Bidik Misi FIP untuk mengikuti program-program kerja yang sudah di rencanakan sebelumnya.
Dalam penyelenggaraan les TOEFL, mahasiswa bidik misi wajib menghadiri kelas selama enam jam per minggu. Materi yang diajarkan meliputi reading, listening, dan structure yang masing-masingnya terdiri dari 2 sks, bertempat di Balai BahasaUNP. "Les ini rutin di adakan pada hari Kamis, Jum’at dan Sabtu menggunakan staf pengajar dari Jurusan Bahasa Inggris," tutur Mega Siska salah seorang mahasiswa Bidik Misi FIP Jurusan Teknologi Pendidikan (TP) TM 2011, Selasa (16/4). Mega juga mengaku bahwa pengadaan les ini sangat bermanfaat bagi mereka karena nantinya TOEFL merupakan salah satu syarat untuk wisuda.
Untuk saat ini, peserta les TOEFL berasal dari mahasiswa angkatan 2010 dan 2011. "Les ini baru pertama kali dicobakan, jika berhasil angkatan selanjutnya juga akan diikut sertakan", ujar Ketua Organisasi Bidik Misi, Ferdino Wedi Sanjaya, Rabu (17/4). Les TOEFL yang dimulai pada 28 Maret lalu ini, memiliki total mahasiswa 183 orang. Sebanyak 23 orang berada di Bukittinggi dan mengikuti les disana. Ferdino menambahkan bahwa nantinya juga akan mengadakan Pelatihan Karya Ilmiah pada awal Juni mendatang.
Banyak yang mempertanyakan dari mana dana operasional organisasi bidik misi ini berasal. Pasalnya, organisasi ini mempunyai program kerja yang juga membutuhkan uang yang tidak sedikit. Menanggapi hal ini, Pembantu Dekan III FIP, Drs. Syahril, M.Pd., angkat bicara, Ia menjelaskan anggaran dana untuk pelaksanaan seluruh kegiatan berasal dari anggaran dana yang sudah di programkan dari dana beasiswa bidik misi.
Menurut Syahril, dana ini memang dianggarkan untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa Bidik Misi. "Dana bidik misi dibiayai selama satu semester sebanyak Rp 6.000.000,- untuk biaya hidup sebanyak Rp 3.600.000,- setiap bulan mereka menerima Rp.600.000 per bulan. Untuk biaya SPP dianggarkan sebesar Rp 2.400.000,-. Keterangan ini merupakan pedoman dari pusat. "Karena uang kuliah kita kecil, maka dimanÂfaatkanlah untuk meningkatkan kreaÂtifitas mahasiswa bidik misi ini dengan membentuk organisasi", jelas Syahril , Rabu (24/4). Tapi iamenyayangkan mahasiswa bidik misi yang masih acuh dengan program organisasi bidik misi ini. Ada beberapa diantara mereka yang bolos mengikuti les sedangkan mahasiswa lain yang bukan bidik misi ingin diikutsertakan. Syahril yang di temui di kantornya menambahakan, akan memanggil mahasiswa yang suka bolos les dan bersikap acuh ini. Gumalanext12
Komentar (0)