Ganto.co - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mengungkap berbagai bentuk kecurangan dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2025 sesi 1 hingga 12. Temuan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum SNPMB, Eduart Wolok, dalam konferensi pers di Gedung Kemendikbudristek serta disiarkan langsung melalui kanal YouTube dan Instagram resmi SNPMB ID, Selasa (29/4).
Beragam modus kecurangan ditemukan, mulai dari penggunaan kamera tersembunyi di kacamata dan ciput hingga pengoperasian komputer peserta dari luar lokasi menggunakan remote desktop. Ada pula peserta yang menyembunyikan alat bantu dengar dan transmitter untuk menerima jawaban selama ujian berlangsung.
"Misalnya dengan berusaha memasang handphone di bagian tubuh yang tidak terlihat, ditutupi, dan sebagainya, dan itu bisa ditemukan," jelasnya.
Selain itu, Eduart juga memaparkan adanya kecurangan dengan mengganti peserta ujian dengan joki.
"Peserta yang sebenarnya tidak ada dalam ruang ujian, yang masuk dalam ruang ujian adalah jokinya, dan ini sudah kita temukan," katanya.
Bahkan, ditemukan pula praktik pengambilan soal melalui aplikasi rekaman desktop dan penyamaran perangkat proksi jaringan. Hal ini diduga melibatkan jaringan yang lebih besar.
"Kalau disebut memang disinyalir ada keterlibatan jaringan yang memanfaatkan UTBK untuk kepentingan bisnis tertentu dan sebagainya, ini yang disinyalir. Sekali lagi, ini dugaan," tegasnya.
Ia menegaskan bahwa soal UTBK tidak mungkin bocor karena penyimpanan soal dilakukan secara offline dan tersedia dalam banyak varian.
"Soal yang akan diujikan di UTBK SNBT itu tidak mungkin bocor. Kenapa? Karena kami menyiapkan jumlah set soal ujian lebih dari jumlah sesi yang diujikan," jelasnya lagi.
Sebagai bentuk respons, panitia akan memberlakukan sanksi tegas dan meningkatkan pengawasan di sisa pelaksanaan UTBK. Peserta yang terbukti melakukan kecurangan tidak akan diberi toleransi dalam bentuk apa pun.
"Yang curang tahun ini sudah pasti tidak akan masuk, tidak akan diterima untuk semua jalur seleksi yang masih ada, termasuk mandiri. Kita akan sebarkan namanya ke seluruh perguruan tinggi. Apakah akan dua tahun, tiga tahun, atau... itu masih akan kami rapatkan setelah evaluasi pelaksanaan UTBK," pungkasnya.
Komentar (0)