Ganto.co -Gelaran Record Store Day (RSD) Padang 2025 resmi digelar di Fabriek Padang, Sabtu (26/4), menghadirkan perpaduan musik, literasi, dan budaya kreatif dalam satu ruang perayaan.
Acara ini menampilkan berbagai kegiatan, mulai dari konser musik oleh 21 band lokal, lapak baca buku, stan tenant rilisan fisik, diskusi panel, hingga sesi spinning vinyl dari kolektor musik independen.
Kegiatan ini diikuti oleh musisi, kolektif kreatif, serta komunitas literasi dari berbagai kota di Sumatera Barat, seperti Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, dan Solok.
Menurut Fauzan Aulya Akbar, personel band Loco Da Costa, RSD Padang 2025 menjadi ruang penting bagi regenerasi musisi lokal.
"Acara ini memberikan harapan baru bagi musisi untuk berkarya dan bertumbuh dalam ekosistem yang sehat," ujarnya.
Selain pertunjukan musik, RSD Padang 2025 juga menghadirkan lapak baca buku yang berisi karya-karya literasi alternatif. Daffa Benny, penanggung jawab lapak baca, menilai kehadiran literasi dalam acara musik memperkuat hubungan antara narasi dan karya seni.
"Literasi dan musik seharusnya berjalan beriringan, memperkaya satu sama lain," jelasnya.
Rangkaian acara juga diisi dengan diskusi panel yang membahas tantangan dan peluang dalam membangun skena musik lokal, serta pentingnya kolaborasi lintas komunitas.
Sesi spinning vinyl turut membawa nuansa apresiasi terhadap rilisan fisik seperti kaset dan piringan hitam yang tetap bertahan di tengah arus digitalisasi.
Antusiasme pengunjung terlihat tinggi sepanjang acara. Giri, salah seorang penikmat musik, menyampaikan kesannya.
"Melihat banyak band dari berbagai genre tampil dalam satu acara membuat pengalaman ini terasa sangat spesial," tutupnya.
Komentar (0)