Ganto.co - Komunitas Ota Anak Gadih (OAG) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan kajian mingguan bertajuk "Pendidikan Praktis, Mahasiswa Krisis." Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting, pada Jumat (25/4).
Eneke Suwandi, seorang aktivis dakwah kampus menjadi narasumber dalam diskusi ini, membahas fenomena pendidikan praktis dan dampak perkembangan teknologi-khususnya kecerdasan Artificial Intelligence ( AI) terhadap proses belajar mahasiswa di era digital.
Eneke menekankan mahasiswa berperan penting membawa perubahan dalam pendidikan, namun saat ini terjadi penurunan kualitas belajar mahasiswa.
"Hari ini kita melihat banyak mahasiswa kehilangan semangat belajar. Mereka lebih memilih jalan praktis dan bergantung pada teknologi seperti AI," ucapnya.
Ia menambahkan, meskipun AI memberi kemudahan , ketergantungan yang berlebihan dapat membuat mahasiswa kehilangan daya nalar dan menjadi apatis.
"AI memang mempercepat pencarian informasi, jika semua dikerjakan AI tanpa ada pemahaman, itu justru membunuh nalar dan membuat mahasiswa apatis," ungkapnya.
Eneke juga menyoroti pendidikan ideal itu mencakup spritual yang mendalam.
" Pendidikan dalam Islam tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga adab. Sayangnya, adab inilah yang hilang sekarang, " tambahnya.
Lebih lanjut, Eneke mengkritisi sistem pendidikan yang kian terpengaruh kapitalisme dan komersialisasi. Kampus mengalihkan fokus dari pendidikan yang berbasis karakter dan kecerdasan, menjadi tempat mencari keuntungan finansial.
"Fasilitas kampus saat ini lebih sering disewakan untuk kegiatan komersial dibandingkan untuk kegiatan akademik," ujarnya.
Di akhir, Eneke berharap pendidikan dapat kembali ke fitrahnya, yakni berlandaskan pada nilai-nilai spiritual yang tidak hanya mencerdaskan intelektual, tetapi juga membentuk moral dan akhlak mahasiswa.
Komentar (0)