Ganto.co - Komunitas literasi Bilik Senyawa (Biwa) resmi hadir di Universitas Negeri Padang (UNP) sebagai ruang membaca dan diskusi yang terbuka bagi seluruh mahasiswa UNP, khususnya mereka yang memiliki minat literasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) pada Selasa (22/4).
Mayang Putri Sandeva, selaku pencetus terbentuknya komunitas BIWA dan salah satu mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2023, menjelaskan awal mula terbentuknya komunitas BIWA.
"Ide ini sudah ada sejak 5 Desember 2024, dan kini Biwa telah aktif bergerak meskipun belum memiliki struktur organisasi formal. Saat ini, kegiatan Biwa dikoordinasi oleh satu orang penanggung jawab dengan dukungan sekitar 20 anggota tetap," ujarnya.
Lebih lanjut, Mayang menyampaikan arti kata komunitas literasi Bilik Senyawa.
"Bilik itu kan ruang, senyawa itu beberapa unsur yang menjadi satu. Jadi, harapannya, Bilik Senyawa ini menjadi ruang bagi kita yang berbeda-beda untuk saling bertukar pikiran dan gagasan melalui literasi," jelasnya.
Mayang juga mengatakan bahwa Biwa mendapat dukungan dari dosen dan juga beberapa mahasiswa.
"Pak Adek merupakan salah satu dosen Program Studi Sastra Indonesia dan Ibu Fitri dari Program Studi Sastra Inggris UNP, sebagai sponsor utama melalui donasi buku-buku berkualitas. Selain itu, partisipasi aktif juga ditunjukkan oleh mahasiswa seperti Farhan dan Hamda dari komunitas Basindoda, serta Brodi dari Perhimpunan Ilmu Perpustakaan Indonesia (PII) dalam pengelolaan berbagai kegiatan Biwa," ungkapnya.
Mayang menambahkan, meskipun demikian, Biwa juga memiliki tantangan karena pesatnya perkembangan media digital.
"Biwa berupaya menyediakan akses ke buku digital dan merancang forum diskusi yang inovatif, menggabungkan pembahasan literasi klasik dengan pemanfaatan platform media sosial," ungkapnya.
Ia berharap Biwa dapat mengadakan diskusi rutin yang akan mengulas baik buku fisik maupun konten digital.
"Saya berharap kedepannya Biwa dapat bertransformasi menjadi ruang literasi yang produktif, kolaboratif, dan senantiasa relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era digital ini," tutupnya.
Komentar (0)