Ganto.co - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat (Sumbar), Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, tidak menemui langsung massa dalam aksi yang digelar Koalisi Masyarakat Sipil Sumbar untuk mengevaluasi 100 hari kerja Kapolda. Aksi tersebut dipusatkan di depan Markas Polda Sumbar pada Kamis (17/4).
Alih-alih hadir langsung, Kapolda justru mengutus perwakilan untuk merespons aksi tersebut. Perwakilan itu menyampaikan bahwa beberapa orang dari massa aksi dipersilakan masuk untuk berdialog langsung dengan Kapolda di dalam ruangan.
"Saya menyambut baik kehadiran adik-adik sekalian. Beberapa perwakilan dipersilakan masuk agar bisa menyampaikan aspirasi dan keluhan secara lebih nyaman," ujarnya.
Namun, salah satu peserta aksi menolak tawaran tersebut.
"Jika hanya diarahkan untuk berdiskusi di dalam, lalu apa bedanya dengan yang kami sampaikan di sini?" tegasnya.
Setelah menunggu selama lima menit sejak arahan tersebut disampaikan pada pukul 18.55, Kapolda belum juga menemui massa. Menteri Kebijakan Daerah Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Andalas (UNAND), Deffan Adiya Sorandy, kemudian menyampaikan sikapnya.
"Kami akan terus memantau dan menindaklanjuti kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Kapolda. Jika terbukti ada pelanggaran HAM yang dilakukan, kami tidak akan ragu untuk kembali turun ke jalan melakukan aksi," jelas Deffan.
Ia juga menyampaikan harapannya terhadap Kapolda Sumbar.
"Harapan saya, Kapolda Sumbar ke depannya harus bersedia menemui massa dan menunjukkan komitmen terhadap seluruh tuntutan yang disampaikan. Selain itu, pelanggaran-pelanggaran yang belum dituntaskan harus segera diusut hingga tuntas," pungkasnya.
Komentar (0)