Ganto.co - Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Negeri Padang (UNP) dan Presma Politeknik Negeri Padang (PNP) turut menyampaikan orasi dalam aksi 100 hari Kapolda Sumatra Barat (Sumbar) yang berlangsung di depan Kantor Polda Sumbar, pada Kamis (17/4).
Massa yang turun dalam aksi ini terdiri dari aliansi mahasiswa se-Sumbar, aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Sumbar, yang juga berkolaborasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan beberapa lembaga masyarakat Sumbar.
Dalam orasi tersebut, Presma UNP, Muhammad Adli, menyampaikan mengenai tuntutan yang diajukan.
"Tuntutan kami dalam aksi ini yaitu mengenai tambang ilegal yang merajalela di Sumbar, kemudian bagaimana keberlanjutan kasus Afif yang sampai saat ini masih kita kawal. Kami mendesak Kapolda untuk mengusut tuntas, sehingga polisi-polisi di Sumbar tidak tercampur dengan intervensi dari tambang-tambang ilegal di Sumbar," ucapnya.
Ia juga menyampaikan harapannya terhadap aksi ini.
"Semoga aspirasi dan tuntutan yang telah disampaikan tidak hanya didengar, tapi juga benar-benar direalisasikan di lapangan," harapnya.
Muhammad Rifa'i, Presma PNP tahun 2024, turut menyampaikan orasinya dengan menjelaskan mengenai beberapa tuntutan dari aksi ini.
"Kami juga mengevaluasi terkait meningkatnya narkotika dan judi online di Sumbar. Kemudian aksi pungli yang masih banyak dilakukan, khususnya di Kota Padang," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan mengenai tindak lanjut yang dinilai perlu dilakukan oleh Kapolda Sumbar dari aksi ini.
"Tindakan lanjutnya itu bisa langsung disampaikan oleh Kapolda. Kemudian, Kapolda bisa langsung menemui massa aksi dan menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Sumbar," ujarnya.
Komentar (0)