Dalam rangka membantu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, Bank Nagari Cabang Pembantu (Capem) Universitas Negeri Padang (UNP) kembali memberikan beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu di bidang ekonomi dan mampu di bidang akademik. Pimpinan Bank Nagari Capem UNP, Wiwik Febriani Putri mengatakan setiap mahasiswa mendapatkan 2.500.000 untuk satu tahun. Selain itu, beasiswa yang diberikan oleh Bank Nagari untuk tahun ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu. "Tahun ini ada 160 orang sedangkan tahun lalu 125 orang," ungkapnya, Kamis (2/5).
Beberapa syarat yang diberikan Bank Nagari untuk calon penerima beasiswa ini diantaranya memiliki Indek Prestasi Komulatif 3.00 dan kurang mampu dalam bidang ekonomi. Sedangkan untuk teknis penyerahannya diserahkan ke UNP untuk mencarikan mahasiswa yang tepat menerimanya. "Bank Nagari sudah mengirimkan suratnya ke pihak UNP," ungkapnya.
Wiwik mengatakan Bank Nagari memberikan beasiswa karena UNP merupakan mitra kerja Bank Nagari sendiri. Selain itu, mahasiswa bisa menjadi aset untuk jadi karyawan Bank Nagari nantinya. Disamping itu ia mengharapkan beasiswa yang diberikan Bank Nagari bisa membantu lancarnya pendidikan mahasiswa kurang mampu agar bisa mencapai cita-citanya. "Semoga ekonomi tidak menjadi kendala dalam mencapai prestasi," tutupnya.
Menanggapi hal ini Kepala Bagian Kemahasiswaan Badan Administrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK) UNP Drs. Sudiro Sembiring mengatakan sudah menerima surat perihal besiswa yang diberikan Bank Nagari. Untuk pencairannya ia menunggu pengesahan dari pihak rektorat. Setelah membicarakan dengan Pembantu Rektor (PR) III UNP, pihaknya akan mengirim surat ke Pembantu Dekan III di setiap fakultas. "Kami akan membaginya tiap fakultas," tegasnya (3/5).
Mengenai persyaratan pengusulan beasiswa, selain persyaratan yang diberikan oleh Bank Nagari, Sudiro mengatakan masih sama dengan persyaratan beasiswa lainnya. Namun beasiswa ini juga diperuntukkan bagi mahasiswa Reguler Mandiri (RM). Hal ini dikarenakan mahasiswa reguler sudah menerima beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dan Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM). "Tidak semua mahasiswa RM yang mampu," ungkapnya.
Selanjutnya Sudiro mengharapkan yang mengusulkan beasiswa ini benar-benar mahasiswa yang kurang mampu di bidang ekonomi dan berprestasi dalam bidang akademik. Pihaknya akan menyeleksi dengan ketat mahasiswa yang mengusulkannya. Ia juga meminta kepada pihak yang mengeluarkan surat keterangan kurang mampu di desa dan kelurahan agar lebih selektif dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dalam mengeluarkan surat keterangan tersebut. "Ini dilakukan agar beasiswa yang diberikan tepat sasaran", ungkapnya
Komentar (1)