Ganto.co - Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Padang (UNP) bekerja sama dengan Pulitzer Center menggelar kuliah umum dan lokakarya bertajuk Green Voice Matters di Aula Gedung FIS, pada Senin (14/4). Kegiatan ini mengangkat tema "Enhancing Environmental Journalism Education in Sumatra" dan menjadi wadah penguatan kapasitas mahasiswa dalam penulisan jurnalisme investigatif serta opini (op-ed) seputar isu-isu lingkungan.
Wakil Pemimpin Redaksi Tempo, Bagja Hidayat dan Fellow dari Pulitzer Center, menekankan pentingnya empati dalam proses penulisan jurnalistik. Menurutnya, penulis harus memahami keberagaman pembaca, baik yang telah memahami isu maupun yang belum.
"Ketika Anda menulis, bayangkan pembaca Anda. Ada yang sudah tahu, ada yang belum. Maka, Anda akan berempati terhadap mereka," ujarnya.
Bagja menambahkan bahwa menjadi penulis bukan perkara mudah. Seorang penulis dituntut memiliki pengetahuan luas sekaligus pemahaman mendalam terhadap isu yang diangkat.
Sementara itu, dosen Ilmu Komunikasi UNP, Evelynd, S.I.Kom., M.Comm.&MediaSt., yang juga menjadi pembicara, menyoroti kesenjangan antara teori dan praktik dalam jurnalisme lingkungan. Ia menyatakan meskipun kajian akademis membahas isu-isu secara mendalam, praktik di lapangan sering kali belum terarah.
"Ada kesenjangan antara teori dan praktik. Masalah seperti akses informasi, keamanan investigasi, sampai minimnya pendataan masih menjadi tantangan nyata," ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa dunia jurnalistik kini terbuka bagi siapa pun, tidak terbatas pada lulusan Program Studi Jurnalistik.
" Teman-teman dari program studi lain juga bisa masuk ke dunia jurnalistik. Skill menulis itu fleksibel, dan itu yang justru harus kita dorong," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan utama lainnya adalah idealisme teori yang kerap tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan.
"Teori seringkali terlalu idealis. Padahal, jurnalisme investigasi lingkungan itu harus relevan dengan kenyataan hidup sekarang. Sering kali dosen hanya berhenti pada riset, tapi praktik jurnalistik membutuhkan lebih dari itu," tuturnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan pembicara lain seperti Jaksa HB (Pulitzer Center Rainforest Fellow), Febrianti (Jurnalis Tempo), serta diikuti oleh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Peserta memperoleh pengalaman langsung dalam menggali dan menyampaikan isu lingkungan melalui pendekatan jurnalistik investigatif serta penulisan opini berbasis data.
Melalui Green Voice Matters, UNP dan Pulitzer Center berharap dapat memperkuat ekosistem jurnalisme lingkungan yang inklusif, kritis, dan berdampak nyata di wilayah Sumatra.
Komentar (0)