23 April lalu, seseorang tak dikenal tertangkap kamera Closed Circuit Television (CCTV) masjid Al-azhar UNP, ketika tengah mengambil kotak amal masjid. Mengenakan baju dan celana hitam serta topi putih, ia mondar-mandir di dalam masjid. Setelah beberapa saat kemudian, ia mulai mengangkat kotak amal yang terletak di dekat pintu masuk masjid. Ia membawa kotak tersebut ke luar masjid, lalu dipecahkan ke tembok.
Dua pekan berselang, Selasa (7/5) malam pelaku yang sama datang lagi. Namun kali ini ia tidak berhasil membawa uang sepeserpun. Aksinya diketahui satpam kampus yang tengah berjaga. Kejadian itu bermula ketika Bambang Sutrianto salah satu satpam piket malam regu dua UNP berjaga di posko gerbang utama kampus. Sekitar jam 23.30 ketika lampu masjid sudah padam, Bambang melihat seseorang di lantai dua hendak meloncat turun. Ia mulai curiga dan memanggilnya.
"Maliang ang yo?" teriak Bambang.
"Ndak bang, wak takuruang. Tadi wak takalok," ujar tersangka yang diketahui bernama Yuda.
Awalnya Yuda, anak putus sekolah di kelas 1 SMA itu tidak mengaku jika hendak mencuri kotak amal masjid. Ia mengaku hanya tertidur di dalam masjid dan terkunci di dalam. Namun Yuda tidak bisa mungkir lagi, ketika ada rekaman CCTV yang melihatkan ia tengah beraksi. Rekaman CCTV tersebut merupakan rekaman tanggal 23 April lalu. "Awalnya ia tidak mengaku, malah silahkan lapor ke polisi katanya. Tapi ketika petugas masjid menampilkan CCTV, ia tidak bisa menghindar lagi," ujar Bambang.
Pada aksinya yang pertama, Yuda mengaku mendapatkan uang delapan puluh satu ribu. Menurut pengakuan Yuda, ia terpaksa melakukan tindakan itu, karena terdesak hendak membayar hutang. "Saya terpaksa bang. Saya ada hutang enam puluh tujuh ribu sama teman," ujarnya.
Yuda akhirnya dibawa ke kantor polisi Padang Utara bersama barang bukti, sebatang besi untuk memecahkan kotak amal. "Kami serahkan saja kepada polisi, karena ini termasuk tindakan kriminal," ujar Bambang.
Menurut Suheri selaku gharin masjid, kejadian tanggal 23 April waktu itu berlangsung sekitar jam 23.30. Saat itu sengaja pintu masjid belum dikunci, karena masih ada mahasiswa yang melakukan mentoring. Namun setelah mentoring usai, mahasiswa langsung pulang tanpa memberitahu petugas masjid. "Mungkin setelah tahu masjid kosong dan tidak dikunci, baru pelaku masuk," ungkap Heri, Rabu (8/5).
Heri juga menjelaskan jika pencurian di dalam masjid cukup sering terjadi dan terekam CCTV, namun pelakunya belum pernah tertangkap. Selain mencuri uang kotak amal, pencuri juga biasanya terekam tengah mengambil barang-barang yang ada dalam tas jamaah. Heri dan gharin masjid lainnya selalu menghimbau kepada seluruh jamaah yang hadir, agar tetap waspada ketika beribadah. "Selain cepat-cepat menyimpan uang yang ada dalam kotak, kami juga selalu menghimbau jamaah untuk selalu berhati-hati.
Komentar (0)