Ganto.co - Universitas Negeri Padang (UNP) menyelenggarakan sosialisasi program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMN), dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Di Pendopo Mahasiswa UNP pada Jumat (7/3).
Rahmi, salah satu dosen, menyampaikan pentingnya partisipasi mahasiswa dalam program-program tersebut.
"Tahun lalu, kita sudah berhasil meloloskan dua proposal. Harapannya, tahun ini kita bisa meloloskan lebih banyak lagi," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya mematuhi aturan administrasi dalam pengajuan proposal.
"Lolosnya PPK Ormawa sama dengan PKM, yaitu harus mematuhi empat aturan yang ada di buku panduan. Baik itu titik tulisannya, marginnya, atau banyak halamannya. Ketika kita tidak sesuai dengan panduan yang diminta, sebagus apa pun proposal yang kita buat, akan tetap dianggap salah," jelasnya.
Selain PPK Ormawa, sosialisasi juga membahas Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Dr. Efni Cerya, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa P2MW adalah program yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan.
"Program ini terbuka untuk mahasiswa dari berbagai prodi, dengan pendanaan maksimal Rp10 juta per proposal," jelasnya
Ia juga menyebutkan bahwa pada tahun 2025, prioritas pendanaan akan diberikan kepada proposal yang berkaitan dengan industri kreatif, khususnya merchandise UNP.
"Tahun 2025, yang memiliki probabilitas tinggi untuk didanai adalah industri kreatif, khususnya merchandise UNP," ungkapnya.
Selanjutnya P2MW terbagi menjadi dua kategori, yaitu untuk bisnis pemula (startup) dan bisnis yang sudah berjalan (existing).
"Setiap mahasiswa hanya diperbolehkan mengajukan satu proposal dan tidak sedang mengajukan pendanaan di program lain. Ini untuk memastikan fokus dan kualitas proposal yang diajukan," tegasnya.
Terakhir ia menjelaskan bahwa mahasiswa yang berhasil lolos dalam P2MW berkesempatan untuk mengikuti kompetisi di tingkat nasional dengan pendanaan yang lebih besar.
"Untuk tingkat nasional, pendanaannya bisa mencapai Rp15 juta untuk startup dan Rp20 juta untuk bisnis existing," tutupnya.
Komentar (0)