Ganto.co -Forum Perempuan (FP) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan diskusi publik bertajuk "Menakar Urgensi Penghapusan Normalisasi LGBTQ dari Perspektif Ahli" melalui platform Zoom Meeting, Sabtu (1/2).
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dr. Dewi Inong Kirana, SP. KK. FINSDV, FAADV mengungkapkan data terbaru mengenai kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Depok.

" Di Depok, data menunjukkan penderita HIV mencapai 100 hingga 150 orang, dengan 90% di antaranya berasal dari kalangan gay, " ujarnya.
Diskusi ini juga menyoroti pentingnya pemahaman bahwa hubungan seksual seharusnya dilakukan dalam ikatan pernikahan yang sah antara laki-laki dan perempuan, sesuai dengan ajaran agama dan hukum negara berdasarkan Pancasila.
"Bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia, para dokter tidak setuju dengan praktik seks bebas, terutama yang melibatkan perilaku berisiko seperti anal seks, " ujarnya.
Dewi juga menyebutkan bahwa seluruh agama di Indonesia melarang zina dan seks bebas. Ia berharap Indonesia dapat menurunkan angka HIV serta infeksi menular seksual dibandingkan negara lain.
"Penyebab utama remaja atau mahasiswa melakukan free seks adalah kemiskinan," ujarnya.
Selain itu, Dewi mengingatkan bahwa kasus hepatitis C semakin meningkat di kalangan anak muda akibat seks bebas. Ia menegaskan bahwa kunci utama pencegahan HIV adalah menghindari perilaku seks bebas, terutama melalui hubungan seksual lewat anus.
"Sekarang banyak anak muda yang terkena hepatitis C akibat seks bebas, yang belum ada imunisasinya. Obatnya juga sangat mahal dan tidak ditanggung oleh BPJS," tegasnya.
Lebih lanjut, Dewi mengungkapkan bahwa HIV sebagian besar diderita oleh laki-laki usia produktif, dengan persentase 28,7% pada kelompok usia 20-29 tahun.

Nurul Amalia, SH, M.H, seorang ahli hukum, menyatakan bahwa gerakan LGBT sering kali menyebarkan ideologi melalui propaganda yang mengatasnamakan hak asasi manusia (HAM), dengan fokus utama pada penerimaan masyarakat, terutama di kalangan pelajar.
"Di California, Amerika Serikat, sekolah berusaha mendoktrin siswa agar menerima LGBT, yang menurut mereka berisiko merusak moral," ujarnya
Komentar (0)