Ganto.co - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang merayakan dua dekade perjalanannya dengan menggelar acara malam Anugerah Pers Mahasiswa Sumatera Barat (Sumbar) di Ballroom Hotel Pangeran City, Minggu (26/1).
Acara ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube AJI Padang dan dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Kaprodi S3 Hukum Universitas Andalas (Unand), perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM (PBHI) Sumbar, Ketua Masyarakat Sejarah Indonesia Sumbar, serta sejumlah pers mahasiswa di Sumbar.
Ketua AJI Padang, Novia Harlina, dalam sambutannya menyampaikan bahwa usia dua puluh tahun merupakan usia muda yang penuh harapan untuk tumbuh menjadi organisasi profesi jurnalis yang lebih matang dan berpengaruh.
"Setiap tahunnya kami berusaha menciptakan iklim jurnalistik yang lebih bebas, independen, dan juga berintegritas," ujar Novia.
Ocha Mariadi selaku Pemimpin Redaksi MentawaiKita.com sekaligus salah satu pendiri AJI Padang, mengenang masa awal berdirinya organisasi tersebut. Ia menyoroti perbedaan kondisi pers antara dua dekade lalu dan saat ini.
"Ketika AJI Padang didirikan, kondisi pers sangat membutuhkan organisasi seperti ini untuk memperjuangkan nilai-nilai demokrasi, HAM, dan suara rakyat. Media cetak saat itu masih diminati, sedangkan sekarang banyak yang harus beradaptasi ke digital," ungkap Ocha.
Ia juga menyoroti tantangan media saat ini yang semakin kompleks, termasuk menurunnya kepercayaan publik terhadap media serta persaingan di era digital.
"Kalau saya mengenang dua puluh tahun lalu, kondisi media jauh lebih baik walaupun tantangan yang dihadapi masih sama, seperti independensi dan integritas jurnalis," tambahnya.
Selain pemberian penghargaan kepada pers mahasiswa, rangkaian acara ini juga diisi dengan diskusi publik yang membahas tantangan media masa kini.
Komentar (0)