Ganto.co - Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan kuliah umum bersama Kepala Komunikasi Kepresidenan RI, Hasan Nasbi, S.I.P. dengan tema "Membangun Narasi Kebangsaan Untuk Masa Depan Republik Indonesia". Acara ini dihadiri lebih dari 500 mahasiswa yang diadakan di AulaFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Kamis (12/12).
Hasan Nasbi sebagai juru bicara membagikan pandangannya tentang kontribusi Minangkabau bagi bangsa Indonesia dengan materi yang berjudul "Mata Air yang Tak Boleh Kering-Minangkabau". Ia mengingatkan kita akan masa lalu ketika Minangkabau menjadi pusat pengembangan pemikiran yang melahirkan banyak tokoh besar yang berarti bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
"Republik Indonesia, kata-kata itu tercantum dalam sebuah buku secara resmi pada tahun 1925 yang berjudul NaarDeRepubliekIndonesia yang artinya Menuju Republik Indonesia yang ditulis oleh salah satu tokoh intelektual kelahiran Suliki, Lima Puluh Kota. Pada1928 mungkin belum ada yang berpikir tentang bentuk negara dan nama negara," ujarnya.
Namun, ia melanjutkan bahwa pada 1925 ada seorang pemuda dari Suliki yaitu Ibrahim dengan gelar Datuk Tan Malaka yang menulis bentuk negara yaitu Republik dan nama negara yaitu Indonesia di dalam buku NaarDeRepubliekIndonesia.
"Orang orang mengenalnya sebagai Tan Malaka, itu adalah gelar kesukuannya di Suliki. Mungkin tidak banyak yg mengenal namanya, tetapi itu adalah sumbangan yang sangat besar terhadap Republik Indonesia makanya diberi gelar Bapak Republik Indonesia," ungkapnya.
Ia juga menegaskan akan pentingnya menjaga identitas sebagai warga negara Indonesia dan mengajak untuk berkontribusi dalam memajukan bangsa.
"Kita harus sadar bahwa yang menggerakkan Indonesia ini adalah kita semua. Jika ingin besar, kita harus belajar berorganisasi, mengikuti barisan, dan membangun keteraturan," ucapnya.
Terakhir, ia menutup mengingatkan mahasiswa akan peran penting dalam menjaga kelestarian nilai-nilai luhur bangsa. Ia berharap mahasiswa dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk turut serta dalam membangun Sumatra Barat yang lebih maju dan bermartabat.
"Minangkabau adalah mata air yang tak boleh kering. Anda semua adalah harapan untuk menjaga agar mata air itu tetap mengalir," tutupnya.
Komentar (0)