Ganto.co - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Padang (UNP) menyelenggarakan webinar nasional dalam rangka memperingati dies natalis ke-2 dengan tema "Kemajuan Pendidikan Kedokteran di Masa Depan" yang dilaksanakan secara daring melaluiplatformzoom meeting, Minggu (8/12).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber yaitu dr. Azzaky, SpPD, FINASIM., selaku Tokoh Kesehatan Nasional Indonesia, Prof. dr. Menaldi Rasmin, SpP(K), FCCP, FISR., dosen FK Universitas Indonesia (UI) selaku pemateri I, dan Dr. dr. Zuhrah Taufiqa, M.Biomed., dosen FK UNP selaku pemateri II.
Rika dalam sambutannya menyampaikan tujuan diadakannya webinar nasional ini.
"Fakultas Kedokteran UNP saat ini sudah ada dua program studi (Prodi), yaitu Prodi Kedokteran dan Kedokteran Hewan. Tujuan kegiatan ini untuk menyongsong kemajuan Pendidikan Kedokteran baik kedokteran umum maupun hewan di masa yang akan datang," jelasnya.
Azzaky, selaku keynote speaker dalam kegiatan ini juga menyampaikan harapan terhadap FK UNP ke depannya.
"Dengan banyaknya Fakultas Kedokteran di Indonesia saya berharap FK UNP bisa menghasilkan dokter-dokter berkualitas dan dengan adanya Prodi Kedokteran Hewan menjadi pionir perubahan di Sumatra barat," ungkapnya.
Dalam materinya, Menaldi menjelaskan bahwa Pendidikan Kedokteran terus berkembang dan menghasilkan 10 teknologi medis baru.
"Pada 2002 muncul 10 teknologi medis baru diantaranya mRNA technology , virtual reality , neuro technology , artificial intelligence & robotic , 3D printing , precision medicine,CRISPR, telemedicine, health wearables ,technology in mental health ," tuturnya.
Lebih lanjut, Menaldi menyampaikan bahwa dengan kemajuan tersebut hendaknya mahasiswa di abad ke-21 memenuhi lima point penting yang harus dikuasai.
"Forum Ekonomi Dunia menyatakan kemampuan mahasiswa di abad ke-21 hendaknya meliputi lima hal yaitu, literasi dasar (susastra, numerik, ilmiah, teknologi, komunikasi, budaya, dan kemasyarakatan), kompeten, mampu berkomunikasi, kemampuan berdaptasi, dan memiliki kepedulian sosial," jelasnya.
Terakhir, ia menekankan bahwa untuk mencetak dokter yang profesionalisme harus menguasai tiga fondasi dasar dan empat pilar.
"Dalam mencapai kemampuan profesionalisme seorang dokter harus paham etik, lalu mampu berkomunikasi dengan baik, melayani pasien dengan penuh kasih sayang, dan kemampuan membiasakan diri menolong orang lain," tutupnya.
Komentar (0)