Sebut saja Putra dan Putri, mereka adalah pasangan mahasiswa yang tertangkap oleh Satuan Pengamanan (Satpam) ketika berpatroli mengontrol keamanan kampus dimalam hari. Mereka ditangkap karena berpacaran di depan Gedung Balai Bahasa Universitas Negeri Padang (UNP). Menurut Dd satpam yang tidak mau disebutkan namanya, ia mendapati pelaku (Putra dan Putri) di tempat kejadian sedang berpeluk-pelukan dan cium-ciuman di atas motor. "Ia tidak mengindahkan orang-orang yang lewat di depannya," ungkap Dd, Selasa (6/3).
Sy, rekan Dd turut datang ke lokasi ketika Dd melakukan penyergapan karena melihat motor Dd diparkir di depan Kantor Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK). Sebelum penyergapan dilakukan, pukul 21.15 Dd telah mengintai mereka dari balik pohon selama 30 menit. "Tidak mungkin saya langsung menangkapnya jika tidak terbukti berbuat," tegasnya, Selasa (6/3).
Menurut Sy, mereka ditangkap karena telah berbuat yang tidak senonoh. Waktu sudah menunjukkan lewat pukul 21.00, dan mereka melakukannya di dalam area kampus serta dekat dengan masjid. Ia menilai apa yang dilakukan oleh Putra dan Putri, tidak mengindahkan norma-norma yang berlaku di kampus. "Kalau ingin pacaran silahkan cari tempat selain dari kampus," tegasnya.
Setelah penyergapan, Putra dan Putri langsung diamankan ke pos Satpam untuk membuat surat perjanjian. Putra merupakan mahasiswa Fakultas Teknik dan Putri merupakan mahasiswi Fakultas Bahasa dan Seni UNP, yang sama-sama angkatan 2011. Menurut pengakuan pelaku, ia duduk bersama dua pasang temannya yang sempat melarikan diri ketika Satpam datang ke lokasi kejadian. "Kami hanya duduk-duduk saja dan tidak melakukan apa-apa," ungkapnya.
Setelah membuat dan menandatangani surat perjanjian yang ditulis di kertas hvs, Satpam mempersilahkan mereka untuk pulang. Apabila kedapatan melakukan untuk yang kedua kalinya, akan diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sy mengatakan, surat perjanjian ini diharapkan memberikan efek jera kepada mereka. Jika ini kita lanjutkan ke Pembantu Dekan III, mereka akan diberikan sangsi. Sayang jika mereka akan diberikan sangsi akademik. "Kita masih hiba melihat mereka yang datang jauh-jauh dari kampung untuk pergi kuliah," tutupnya.
Menaggapi hal ini, Komandan Satpam UNP Zulkifli, yang didampingi staf administrasi pos komando Satpam UNP Feri Syaputra, sangat menyayangkan hal ini. Menurutnya mahasiswalah yang akan memberikan contoh teladan bagi orang-orang di luar kampus, namun ia juga yang merusak citranya sendiri. "Seharusnya mahasiswa itu yang menjadi contoh tauladan," Ungkap Zulkifli, Kamis (7/2)
Komentar (0)