Ia juga menuturkan banyaknya penyakit yang timbul dari serangan virus HIV, seperti kelenjar getah bening, TBC kelenjar, penurunan berat badan drastis disertai demam dan diare, dan kelainan kulit dan mulut
"Biasanya infeksi virus menyebabkan banyak penyakit seperti kelenjar getah bening, TBC dengan kelenjar, wasting syndrom penurunan berat badan, infeksi jamur pada kulit bahkan otak. Hal ini terjadi karena penurunan imun jadi semuanya (penyakit) bisa masuk," ungkapnya.
Selanjutnya, Narasumber kedua, dr. Mailisa menjelaskan materi tentang "Bahaya Perilaku LGBT".
Mailisa menuturkan bahwa sebagai Konselor HIV di lapas, ia menemukan banyak kasus sodomi anak di bawah umur.
"Yang masuk ke lapas yang sudah berbenturan dengan Undang-undang. Undang-undang kita yang bisa memenjarakan LGBT adalah UU Perlindungan Anak sehingga kasus sodomi anak di bawah umur meningkat," tutur Mailisa.
Mailisa bercerita dia merasa ngeri saat bertemu napi dengan orang yang LSL (Lelaki Seks Lelaki)
"Ada lelaki yang sering bolak-balik masuk lapas dengan kasus sodomi karena mereka senang. Ada juga yang sudah terkena sifilis terkena HIV masih juga melakukan kasus sodomi di bawah umur," ujar Mailisa.
Mailisa menerangkan juga bahwa Kebebasan LGBT menjadi awal peningkatan kasus LGBT dengan kasus depresi meningkat.
"Di Amerika, di negara-negara Barat mereka yang kebebasannya meningkat, isu kesehatan mereka yang ingin melanggengkan LGBT, kasus depresi pada tahun 2021 meningkat. Kasus bunuh diri pun meningkat, terutama pada kasus LSL," ungkapnya.
Sementara itu, Miftahul sebagai pembicara terakhir menjelaskan pentingnya layanan BK dalam mencegah dan perilaku menyimpang LGBT dan kekerasan seksual di kalangan mahasiswa.
"Mahasiswa UNP secara gratis bisa melakukan konseling dengan mengunjungi konseling.unp.ac.id di sana mahasiswa bisa memilih konselor dan bagaimana prosedur konseling apakah dilakukan secara individu atau kelompok," tutup Miftahul.
Komentar (0)