Pada awal tahun, tepatnya delapan Januari 2013 yang lalu, Mahkamah Agung (MA) akhirnya secara resmi memutuskan untuk menghapuskan sekolah bertitle Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Berstandar Internasional (SBI). Pasal 50 ayat 3 UU no 20 tahun 2003 yang menjadi dasar berdirinya RSBI dan SBI, ikut dibatalkan oleh MA. Pembatalan diakibatkan, pasal ini diduga bertentangan dengan UUD 1945. Mulai saat itu, semua sekolah-sekolah yang memenuhi kriteria RSBI dihapuskan.
Terkait hal ini, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang, jauh-jauh hari sudah menyediakan kelas kusus yang dipersiapkan untuk tenaga ahli guru-guru di sekolah RSBI. Masing-masing jurusan di FMIPA seperti matematika, fisika, kimia, dan biologi, memiliki satu buah kelas khusus bernama International Standard Teacher Education (ISTE). Kelas yang berkapasitas maksimal 25 orang mahasiswa tersebut, merupakan kelas yang diatur untuk memakai dua bahasa pengantar, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Para mahasiswa dituntut untuk bisa berbahasa inggris di dalam perkuliahan dan dapat memahami buku-buku dalam bahasa inggris. Selanjutnya, untuk ke depan bisa mengajar dengan menggunakan bahasa inggris.
Menurut salah seorang mahasiswa ISTE, Fatma Wati Jurusan Pendidikan Kimia TM 2010, untuk menjadi mahasiswa ISTE harus melewati serangkaian tes masuk. Tes itu terdiri dari tes TOEFL, tes mata kuliah bidang studi, dan tes wawancara dalam Bahasa Inggris. "Tes ini di perbolehkan untuk mahasiswa kependidikan Reguler atau pun Non Reguler" ucapnya, Sabtu (16/02). Lebih lanjut, Fatma mengatakan banyak manfaat yang dituai dari pengadaan kelas ini. Seperti di kelas ISTE, mahasiswa lebih memiliki daya saing tinggi dan hal ini memotivasi untuk lebih baik. Dosen-dosen yang mengajar pun, merupakan dosen-dosen kualitas terbaik. Dosen- desen ini pada umumnya selain menguasai materi, juga bisa berbahasa inggris. "Rata-rata 75%-80% aktivitas belajar mengajar di dalam kelas menggunakan bahasa inggris," ujarnya. Namun, dengan diberlakukannya keputusan MA untuk meniadakan RSBI, secara otomatis tidak ada lagi guru-guru yang akan mengajar di RSBI tersebut.
Sekolah RSBI akan kembali menjadi sekolah biasa seperti awalnya. Akan tetapi pada saat sekarang ini, FMIPA masih tetap mengadakan kelas ISTE yang berguna untuk kelas RSBI. Ketika ditanyai akan hal ini, salah seorang mahasiswi ISTE Anggi Anggara, Jurusan Pendidikan Matematika TM 2010, mengaku bahwa dia sama sekali tidak terganggu dengan RSBI yang dibubarkan. Malahan menurutnya, hal ini bukanlah suatu masalah yang besar. "Manfaat kelas ISTE ini bukan hanya untuk menghasilkan guru untuk mengajar di RSBI, tetapi juga untuk menambah pengetahuan dibidang Bahasa Inggris," tuturnya, Rabu (20/2). Anggi menambahkan, bahwa ada atau tidak adanya RSBI, itu tidak akan mengurangi nilai ilmu yang didapat selama belajar di ISTE.
Komentar (0)