Ganto.co - JAM for Islam Kaffah mengadakan Talk Show dengan Tema "Perempuan, Kebebasan, dan Kekerasan Seksual" di Aula Perpustakaan Pusat Kampus II UIN IB Padang, pada Sabtu (12/10).
Acara ini menghadirkan pembicara utama yaitu, Fatimah Arini Hidayah yang merupakan Menteri PP BEM KM UNAND; Rahmadini Aulia, S.Ked yang merupakan Mahasiswa Berprestasi Universitas Andalas (UNAND); dan dihadiri oleh aktifis perempuan dari berbagai organisasi di Kota Padang.
Dalam pembukaannya, Arini mengatakan di Universitas Andalas yang terjadi saat ini kasus kekerasan seksual yang korbannya mahasiswa dan pelakunya dosen.
"Dalam Kekerasan seksual kita semua bisa berpotensi menjadi korban dari kekerasan seksual, di UNAND sendiri yang terjadi saat ini kasus kekerasan seksual yang korbannya mahasiswa dan pelakunya dosen. Untuk pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus dibentuklah Satgas PPKS. Satgas PPKS sendiri adalah sebuah amanat dari Permendikbud No.30 Tahun 2021, di UNAND sendiri Satgas PPKS sudah ada dari bulan September tahun 2022 lalu,"Ujarnya.
Lebih lanjut, Arini menyampaikan bahwa Satgas PPKS terdiri atas unsur pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa.
"Satgas PPKS sendiri terdiri dari Civitas Akademik, Dosen dan juga mahasiswa. Sejauh ini Kementerian Pergerakan Perempuan PP BEM KM UNAND sudah sering berkoordinasi dengan Satgas PPKS UNAND dalam menangani kasus kekerasan seksual. Kita juga punya layanan pengaduan bagi mahasiswa, dan tercatat dari tahun 2022 hingga sekarang ada sekitar 21 kasus yang sudah diproses dan ditangani,"tambahnya.
Selanjutnya, Rahmadini Aulia mengatakan yang paling berbahaya dalam kasus kekerasan seksual saat sekarang ini adalah muncul istilah fethisme.
"Yang paling bahayanya saat sekarang ini muncul fethisme, yaitu munculnya kekerasan dimana seseorang itu akan bergairah saat melihat korbannnya kesakitan, atau bahkan korbannya sampai dibunuh baru dicabuli. Karena mereka berada pada level yang sangat membahayakan," ujarnya.
Rahmadini menambahkan seksualisme atau yang berhubungan dengan pornografi mereka akan meningkat hormon dopaminnya, tetapi hormon yang naik secara signifikan juga akan turun secara signifikan.
"Seksualisme atau yang berhubungan dengan ponografi itu mereka akan meningkatkan hormon dopaminnya, jadi Cuma ada sedikit tentang waktu diantara kadar itu naik sedemikian rupa secara signifikan. Tapi hormon yang naik secara signifikan itu mereka juga akan turun drastis secara signifikan dimana akan menuntut untuk memenuhi lebih dari dari ambang. Mangkanya kenapa orang kecanduan itu mereka harus dapat langsung, mereka akan melakukan seksual sendiri seperti onani atau masturbasi," tambahnya.
Terakhir, Ia berpesan apabila lagi sedih lebih baik menghindari menonton hal-hal yang mengarah ke sana.
"Pesan untuk teman-teman kalau misalnya lagi sedih dan melewati hal-hal yang berat hindarilah untuk menonton hal yang mengarah kesana. Karena kalau diri kita sudah mentriger diri kita untuk megarah kesana secara gak langsung kita akan dikendalikan, dan ketika sudah sampai diambang batas fisiologis dari diri kita sendiri itu akan memaksakan kekerasan itu kediri kita atau bahkan ke orang lain,"ujarnya.
Komentar (0)