Ganto.co - Program Ormawa Membangun Negeri (POMN) yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) resmi ditutup di Nagari Kampung Batu Dalam, Kabupaten Solok, Minggu (29/9).
Acara ini sudah dilaksanakan selama 20 hari dari tanggal 9 sampai 29 September. Dalam kegiatan POMN ini 10 mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan ini, yaitu Falyanzuhril Ihsan, Yahya Saputra, Faizal alqadafi, Agung Muhammad Siddiq, Fadhil Rahuna, Fitri Yanti Mawarnis, Dwi Kurnia Asih, Nur Afifah, Raisqa Fadhilah Jatmiko, dan Faridah Thul Aini
Lailatur Rahmi, M.Pd., selaku dosen pembimbing program POMN, menyampaikan harapannya agar program SOBADA yang dijalankan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi ekonomi masyarakat.
"Penyerahan alat ini merupakan bentuk komitmen kami untuk mendukung keberlanjutan usaha kreatif di Kampung Batu Dalam. Semoga masyarakat bisa terus memanfaatkan apa yang telah kami berikan untuk kesejahteraan bersama," ungkap Lailatul.
Bapak Wali Nagari Kampung Batu Dalam, Ahmad, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi mahasiswa UNP melalui program ini.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas upaya dan kerja keras mahasiswa UNP yang telah membantu meningkatkan keterampilan masyarakat, terutama dalam pengembangan ekonomi kreatif," ucap Ahmad.
Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan alat-alat yang diserahkan ini nantinya akan berguna bagi sangat kelangsungan UMKM Masyarakat Kampung Batu Dalam.
"Semoga hubungan baik ini terus terjalin, dan kami berharap Kampung Batu Dalam semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang unggul," tuturnya.
Dalam acara penutupan, kelompok mahasiswa yang diketuai Falyanzuhril Ihsan menyerahkan sejumlah peralatan produksi diserahkan secara simbolis kepada masyarakat setempat. Penyerahan ini menjadi bagian dari komitmen para mahasiswa untuk mendukung keberlanjutan usaha kreatif dan ekonomi lokal pasca-program.
Yahya Saputra dalam wawancaranya bersama Ganto mengatakan peralatan yang diserahkan termasuk mesin sablon, stiker sablon, serta beberapa baju yang siap untuk disablon.
"Alat-alat ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dalam mengembangkan usaha souvenir khas Kampung Batu Dalam," tuturnya saat diwawancarai Ganto, Jumat (11/10).
Yahya menambahkan, "Dengan adanya alat tersebut, masyarakat diharapkan dapat memproduksi dan memasarkan produk lokal secara mandiri serta meningkatkan pendapatan mereka dari sektor pariwisata."
Adapun tiga program utama yang disosialisasi kepada masyarakat Kampung Batu Dalam, yaitu pelatihan kewirausahaan, kepemimpinan dan organisasi, serta Transfer Of technology (TOT).
Komentar (0)