Ganto.co - Voice Of Indonesia (VOI) atau Stasiun Siaran Luar Negeri Indonesia Radio Republik Indonesia (RRI) menggelar Youth Forum dengan tema "Ready, Set, Work! Lulus Kuliah, Kerja Apa?" di Aula Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (19/9).
Kegiatan Youth Forum di UNP diikuti ratusan peserta dari berbagai universitas di Kota Padang, seperti Universitas Negeri Padang, Universitas Bung Hatta, Universitas Andalas, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Universitas Ekasakti, dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
Acara ini juga menyuguhkan gelar wicara dengan narasumber Dr. Mira Hasti Hasmira, S.H., M.Si (Dosen Ilmu Komunikasi UNP), Ahmad Hafizd (CEO & Digital Marketer Witbox Creative Media), dan Andrean Alberto (CEO Naktaraso).
Wakil Rektor I UNP Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt., mengatakan bahwa Youth Forum merupakan kegiatan penting yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Padang untuk saling berbagi pengetahuan.
"Sebagian negara di dunia ini mengalami krisis penduduk terutama penduduk produktif. Di negara Asia contohnya seperti Jepang, korea, singapur itu angka kelahiran di sana setiap tahunnya menurun, hal ini peluang bagi Indonesia yang memiliki jumlah penduduk produktif cukup tinggi yang dikatakan dengan bonus demografi" ujarnya.
Refnaldi menambahkan, untuk menghadapi bonus penduduk usia produktif di Indonesia harus ditangani dengan baik, jika tidak bisa menjadi penghalang yang signifikan untuk kemajuan bangsa.
"Dari sekarang kita harus melakukan berbagai upaya agar pemuda atau penduduk usia produktif ini bisa lebih kreatif dan produktif. Mohon adik-adik bisa pahami lalu siapkan diri dengan meningkatkan keterampilan yang sejalan dengan peluang kerja yang dibidik," harapnya.
Kepala LPP RRI Stasiun Luar Negeri Drs. Soleman Yusuf, M.M., mengatakan bahwa tema yang diangkat sesuai dengan kondisi saat ini, yakni pesatnya perkembangan teknologi dan persaingan dunia kerja secara global.
"Cita-cita anak sekarang tidak lagi pilot, tentara, dokter, insinyur, presiden. Sekarang ada pekerjaan seperti konten kreator, game developer, pemprograman digital, untuk itu mahasiswa harus mulai menyiapkan keterampilannya," ujarnya.
Soleman juga menambahkan, mahasiswa harus sadar persaingan dunia kerja secara global. Peluang kebutuhan tenaga kerja yang bisa diakses tidak haya di dalam negeri, melainkan juga bisa melamar kerja di luar negeri. Namun yang perlu di ingat, peluang kerja di Indonesia juga bisa ditempati oleh warga negara asing.
"Banyak perguruan tinggi di luar negeri sudah mempelajari Bahasa Indonesia. Kita patut bangga dengan hal itu, namun kita juga harus waspada dengan belajar bahasa Indonesia mereka juga bisa merebut peluang kerja di negara kita, Jadi ini alaram bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri merebut peluang kerja," tutupnya.
Komentar (0)