Ganto.co - Unit Kegiatan Kesenian (UKKES) Universitas Negeri Padang (UNP), mengadakan Meet and Greet dengan para pemain dan kru film "Sadang Di Bawah" dihadiri oleh para pemain, kru, dan masyarakat umum di pandopo PKM UNP, Selasa (10/9).
ketua UKKES, Farid Arfan dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar acara ini dapat menjadi motivasi bagi UNP untuk ikut mengangkat karya film ke layar lebar.
"Harapan saya setelah di adakan acara Meet and Greet ini semoga UNP bisa meniru dan menjadikan Garundang sebagai motivasi untuk mengangkat film ke layar lebar," ujarnya.
Film Sadang Di Bawah akan digelar pada gala premier 21 September 2024, dan mulai tayang untuk umum tanggal 25 September 2024. Tiket untuk kategori VVIP dibandrol Rp 85.000, sedangkan untuk tiket umum seharga Rp 50.000. Bagi pengunjung yang hadir di acara Meet and Greet hari ini, tersedia diskon sebesar 20% untuk pembelian tiket.
Aan Saputra, produser pelaksana film ini, menjelaskan tugasnya dalam mengelola keuangan produksi yang disediakan oleh para produser eksekutif.
"Produser pelaksana itu tugasnya mengelola keuangan dari bapak eksekutif kita yaitu bapak Indra sama uda Rio, jadi bapak-bapak ini turunin uang untuk syuting lalu saya yang ngelolanya, menjaga supaya tidak boncos, tidak over budget sesuai dengan yang direncanakan dari awal,"jelas Aan.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan tujuan dari pembuatan film Sadang Di Bawah ini untuk membangkitkan industri kreatif perfilman di Sumatra Barat.
"Tujuan kami sebenarnya sama yaitu membangkitkan industri kreatif di Sumbar untuk membangun industri perfilman di Sumbar. Jadi kita coba untuk membuat dananya mandiri dulu, mudah-mudahan besok ada brand nasional yang masuk, selain itu kita bisa produksi film yang lebih besar lagi," tuturnya.
Indra jaya, produser eksekutif sekaligus pemain film ini, mengatakan bahwa keterlibatannya dalam produksi film Sadang Di Bawah merupakan bagian dari strateginya dalam promosi untuk memperkenalkan usahanya yaitu Bandung Refill Parfum.
"Sebagai pedagang, ini bagian dari promosi saya, target saya memang kaum muda seperti ini untuk memperkenalkan brand saya Bandung Refill Parfum,"ujarnya.
Rio, yang berperan sebagai produser, penulis naskah, sutradara, dan pemain dalam film ini, mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi selama produksi flm ini.
"Tantangan yang pertama mengefisienkan budget,mengarahkan teman-teman UKKES sekaligus pemain, mengefisienkan waktu syuting, karena jika waktu syuting bertambah otomatis budget produksi bertambah," jelasnya
Komentar (0)