Ganto.co - Universitas Negeri Padang (UNP) untuk pertama kalinya dalam sejarah perguruan tinggi tersebut melaksanakan formasi papermob dalam rangka menyambut mahasiswa baru (maba). Kegiatan ini diikuti sekitar 12 ribu mahasiswa dari berbagai gugus yang berlokasi di Lapangan Atletik UNP (17/8).
Papermob kali ini menampilkan 12 formasi yang melambangkan identitas UNP, Sumatera Barat, hingga dukungan simpati untuk Palestina. Dengan tema "Laskar Sayap Kuning," papermob ini merupakan inovasi baru dari pihak kampus untuk mendorong partisipasi aktif maba. Kegiatan ini mendapat banyak pujian, namun juga tidak lepas dari berbagai komentar dari para maba yang mengalaminya secara langsung.
Salah satu mahasiswa, Adit dari Ilmu Komunikasi Tahun Masuk (TM) 2024, membagikan pengalamannya.
"Tadi saya duduk di belakang, jadi tidak bisa masuk barisan karena sudah penuh. Sebenarnya sejak awal sudah ada perasaan kalau tidak semua bisa ikut, karena kita ada sekitar 12 ribu mahasiswa baru, sedangkan papermob ini kan tidak mungkin semuanya bisa terlibat," tuturnya saat ditemui oleh Ganto.
Lebih lanjut, Ia turut memberi apresiasi dan harapan bagi kegiatan papermob ini kedepannya.
"Mungkin karena ini papermob pertama dari UNP, jadi kita sebagai angkatan pertama ini menjadi perintis. Cukup seru, menyenangkan, dan tidak mengejutkan. Saya berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang dan semakin ditingkatkan," tutupnya.
Amel, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) juga mengungkapkan kekecewannya.
"Saya dapat informasi dari grup maba seminggu yang lalu, dan sudah mempersiapkan untuk papermob ini.Nggak tahu kalau ternyata kuota dibatasi hanya 6000 orang. Kecewa, soalnya sudah jauh-jauh datang dari kampung untuk papermob ini, tapi ternyata tidak kebagian," ucapnya.
Hal serupa juga diutarakan oleh Hawa mahasiswa Ekonomi Pembangunan TM 2024, yang juga kecewa karena tidak mendapatkan kuota.
"Kami nggak dapat kuota. Jujur, rasanya agak kesal karena sudah usaha tapi ternyata nggak ikut, apalagi panas-panasan ini," keluhnya.
Namun respon berbeda justru diungkapkan oleh Rahma Mahasiswa Seni, Tari, Drama, dan Musik (Sendratasik).Ia mengaku tidak terlalu keberatan meskipun tidak bisa ikut serta dalam papermob tersebut.
"Tanggapan saya biasa saja, ya ikhlas saja, karena memang mahasiswa baru-nya banyak, jadi tidak mungkin semuanya bisa ikut. Semoga hasilnya nanti bagus, lebih keren dari universitas-universitas lain," pungkasnya.
Komentar (0)