Ganto.co -Di tengah dominasi jemaah haji Indonesia yang lanjut usia, Minangkabau Halal Festival menggelar acara untuk menggalakkan partisipasi haji di kalangan milenial dan Gen Z melalui "Gerakan Ayo Haji Muda". Acara tersebut berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP) pada Sabtu (1/6).
Acara tersebut dipandu oleh Dr. Elsanra Eka Putra S.Pd., M.Si., sebagai moderator dengan dihadiri oleh tiga pemateri di antaranya, Deputi Bidang Penghimpunan Badan Pengelolaan Keuangan Haji Republik Indonesia (BPKH RI), Dr. (C) Juni Supriyanto S.E. M.E.; Komisaris PT Sinai, PT Amanah Digital dan PT Permata, H. M. Ikhsan Prapansyah, S.H.; serta Retail and Transaction Banking Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Sumatera Barat, H. Bambang Fransetia, S. E. M., Si.
Elsanra dalam pemaparannya menjelaskan urgensi dan alasan mengapa pelaksanaan haji dianjurkan pada usia muda.
"75% jemaah haji tunggu kita usianya di atas 40 tahun dengan estimasi waktu tunggu 25 tahun, maka jemaah haji kita yang berangkat rata-rata di atas usia 65 tahun, dan itu sangat beresiko secara kesehatan," jelasnya.
Selanjutnya, Elsanra menambahkan kemungkinan resiko yang dihadapi oleh jemaah haji dengan usia resiko tinggi yang pada umumnya juga telah mengidap penyakit degeneratif.
"Pada tahun 2023 tingkat kematian jemaah haji mencapai angka tertinggi sepanjang operasional haji Indonesia, dengan hampir 800 kasus kematian. Sehingga sangat dianjurkan berhaji di usia muda di saat fisik sedang kuat," tambahnya.
Elsanra juga mengajak para generasi milenial dan gen z agar mengubah mindset dan mulai mengatur keuangan mereka agar bisa menunaikan haji.
"Ada pendekatan dari financial planner yaitu dengan alokasi dana. Dengan alokasi dana tersebut nanti bisa sedikit demi sedikit ditabung agar mendapatkan porsi haji saat usia muda," terangnya.
Ikhsan selaku komisaris PT Sinai, PT Amanah Digital, dan PT Permata yang bergerak di bidang travel haji dan umrah mengaku bahwa antusiasme masyarakat Provinsi Sumatera Barat sangat tinggi untuk haji dan umrah.
"Saat ini antusias masyarakat Sumatera Barat untuk berhaji dan berumrah itu sangat tinggi, hal itu dapat dilihat dari pendaftaran rata-rata dan data dari kanwil kurang lebih pasca covid ada 6 ribu per bulan, dan saat ini ada sekitar 4 ribu per bulannya," ungkapnya.
Terakhir, Bambang sebagai perwakilan BSI Sumatera Barat mengenalkan program tabungan BSI yang dinilai mampu mendorong gerakan haji muda, dan membantu orang tua yang ingin mendaftarkan anak mereka haji.
"Di BSI ada Tabungan Haji Muda Indonesia yang memakai syarat KTP orang tua, namun atas nama anak. Mekanismenya dengan mendebit saldo dari rekening orang tua, lalu akan dipindahkan secara otomatis ke rekening anak," tutupnya.
Komentar (0)