Ganto.co - General Manager Sekolah Ekspor, Mujahid Alfajri membekali mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) dengan ilmu dan pengalaman di bidang ekspor melalui Program Studi Independen yang bekerja sama dengan Sekolah Ekspor Nasional dan LaCorre.
"Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing mahasiswa di dunia kerja dan mempersiapkan mereka untuk menjadi eksportir muda yang handal" tuturnya dalam sosialisasi yang diadakan di Aula Fakultas Ilmu Sosial UNP, Rabu (29/5).
Ia menjelaskan tentang program Studi Independen dari dua mitra yaitu Sekolah Ekspor Nasional dan LaCorre. Mujahid menekankan pentingnya mahasiswa mendaftar ke kedua program tersebut.
"Saat ini, Sekolah Ekspor sedang menjalankan batch ke-6 yang akan berakhir pada 30 Juni. Kami segera menuju batch ke-7, dan kami bangga ada satu mahasiswa UNP yang ikut di bootcamp Sekolah Ekspor di Bogor," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa mendaftar ke kedua program tersebut, karena nantinya akan ada sesi wawancara untuk menentukan kecocokan dengan masing-masing program.
"Meskipun sebenarnya Studi Independen ini 100% full online, jadi teman-teman tidak ada kewajiban belajar offline, tetapi kalau teman-teman merasa online saja tidak cukup kami sudah sediakan kegiatan offline yang pastinya seru dan akan membuat teman-teman lebih terdorong motivasinya untuk belajar ekspor," lanjutnya.
Sekolah Ekspor Nasional menawarkan kegiatan spesial di akhir program, yaitu Jalan-Jalan Ekspor (JJE) Internasional.
"Mahasiswa terbaik yang aktif, memiliki produk terbaik, dan menyelesaikan tugas dengan baik, berkesempatan mendapatkan beasiswa untuk perjalanan luar negeri," tambahnya.
Selain itu, mahasiswa juga akan belajar melakukan business matching dan mengembangkan produk kolaborasi dengan (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) UMKM setempat.
"Di sini, biasanya kami arahkan ke mahasiswa untuk berkolaborasi dengan UMKM di sekitar. Materi-materi yang selama ini diterima di Studi Independen tentunya bisa diaplikasikan langsung ke UMKM di sekitarnya," tuturnya.
Mudjahid kembali menekankann bahwa materi Studi Independen dirancang agar mahasiswa dapat menerapkan langsung ilmu yang mereka pelajari kepada UMKM di sekitar mereka, menilai kesiapan produk untuk dipasarkan secara internasional, serta meningkatkan kompetensi mereka sebagai calon eksportir.
"Supaya mahasiswa itu bisa mempraktekkan langsung bagaimana mengembangkan produk sebagai seorang eksportir, terus bisa melihat atau menilai kira-kira produk UMKM ini tuh sudah cocok belum untuk dipasarkan internasional," jelasnya
Komentar (0)