Ganto.co - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Padang (UNP) Dr. Doni Satria, S.E., M.S.E., dalam materinya menyampaikan penyebab inflasi tahun 1997-1998 pada "Diskusi Nasional Seputar Isu Terkini (DINASTI)" diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Keluarga Mahasiswa (KM) UNP 2023/2024 di Auditorium Prof. Kamaluddin FEB UNP, Sabtu (25/5).
Inflasi adalah kemerosotan nilai uang kertas karena banyaknya dan cepatnya uang kertas beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang.
Doni Satria, selaku pemateri menyampaikan penyebab utama inflasi tahun 1997-1998 adalah nilai tukar yang melemah serta hutang yang tidak bisa dibayar.
"Nilai tukar yang melemah menyebabkan kemahalan biaya produksi karena itu merupakan barang-barang impor jadi mahal, kemudian penyebab kurs, dimana hutang tidak bisa dibayar disebabkan oleh Soeharto dan anak-anaknya," ujarnya.
Doni menjelaskan sebelum tahun 1990-an Indonesia mengalami masa kemaslahatannya.
"Kita sempat dijadikan sebagai negara hebat dengan pertumbuhan ekonomi di atas 7%. Di tahun 1988 orang-orang mudah membuka bank sehingga penyaluran kredit menjadi lancar dan aktivitas ekonomi meningkat," jelasnya.
Ia melanjutkan saat tahun 1990-an situasi Indonesia berubah yang disebabkan oleh anak Soeharto.
"Tahun 1990-an situasi berubah, anak Soeharto mulai besar dengan Siti Hardijanti Rukmana membangun jalan tol, Hutomo Mandala Putra membuka proyek mobil nasional lalu mengambil 400 miliar dari Bank Indonesia untuk Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC), dan Bambang Trihatmodjo yang kerjaannya berjudi," jelasnya.
Lebih lanjut, Doni menyampaikan akibat dari nilai tukar, dimana Indonesia di tahun 2024 bukan menjadi Indonesia emas, melainkan Indonesia cemas.
"Akibat nilai tukar meningkat barang dijual jadi murah, tapi di sisi lain nilai tukar rendah, kita membutuhkan bahan baku industri untuk berproduksi. Tadinya kita sudah menuju tahap negara industri kemudian bergerak menjadi negara maju. Drop lagi, 2024 Indonesia cemas, bukan Indonesia emas," ungkapnya.
Di akhir pemaparan, Doni menyampaikan jika solusi inflasi tahun 1998 itu tidak ada karena inflasi itu turun sendiri.
"Inflasi naik lalu turun sendiri karena segala sesuatunya sudah hukum alam, jadi begitu terjadi overshoot dahulu baru kembali ke situasi jangka panjang," tutupnya.
Komentar (0)