Unit Kegiatan Kerohanian (UKK) UNP adakan pembukaan wirid mahasiswa, wirid dosen dan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ). Acara ini di buka oleh Rektor UNP, Prof. Dr. Phil Yanuar Kiram di mesjid Al-Azhar UNP, Kamis (16/5). Dalam pembukaan ketiga acara ini, dihadiri oleh Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Prof. Dr. H. Irwan Prayetno. Psi, MSc. Setelah pembukaan ketiga acara ini dilanjutkan pembagian mentor atau training center untuk para calon lomba MTQ nantinya. Terdapat 12 cabang yang akan di lombakan, enam cabang tempatnya di UNP, dan enam cabang lagi di UNAND.
Di waktu yang sama, acara wirid mahasiswa tetap dilanjutkan dengan tema Komitmen Muslim Sejati. Seperti yang telah dicanangkan sebelumnya, wirid mahasiswa dihadiri oleh seorang pemateri yaitu Dede Bafaqih, SH. Namun ketua UKK Ruseffendi menyayangkan Dede tidak bisa hadir karena sakit. Meskipun demikian, acara tetap berlanjut yang diganti oleh Agung Pamudi S. Pd. Ia juga menambahkan untuk wirid dosen itu ditanggungjawabkan oleh Pembina UKK sendiri. Sedangkan untuk wirid mahasiswa ditanggungjawabkan oleh UKK. "Nanti kami membuat kurikulum untuk wirid ini yang berlaku hingga bulan Desember dan disebarkan ke mahasiswa," tegasnya.
Secara teknis dalam pelaksanaan wirid mahasiswa ini menurut Arrasyid,S.Pd.I., selaku penanggung jawab UKK, wirid mahasiswa dan dosen diadakan satu kali dalam dua minggu. Acara ini dilaksanakan setiap jumat secara bergantian. "Minggu pertama wirid dosen, minggu kedua wirid mahasiswa, begitu seterusnya" ungkapnya, Kamis (16/5). Lebih lanjut ia menjelaskan, acara wirid merupakan salah satu amanat dari rektor dan PR3, karena selama ini acara yang diadakan UKK hanya untuk internal saja dan tidak untuk mahasiswa UNP secara umum. Tujuan acara ini yaitu sesuai dengan visi UNP itu sendiri, menciptakan kampus yang intelektual dan relegius, kemudian untuk mengoptimalkan peran mesjid Al-Azhar khususnya. Wirid mahasiswa ini terbuka untuk mahasiswa UNP dan tidak dikenakan biaya.
Menurutnya dengan diadakan wirid mahasiswa ataupun dosen ini, mesjid bisa dijadikan sentral kegiatan kerohanian. Seperti halnya saat wirid akbar yang dilaksanakan pertama kali ini, mahasiswa antusias mengikutinya. "Mesjid terlihat begitu ramai dikunjungi oleh mahasiswa" ungkapnya senang. Ia juga berharap, dengan adanya wirid mahasiswa dan dosen bisa berjalan dengan baik serta mahasiswa antusias mengikutinya. Liza
Komentar (0)