Ganto.co - Riri Riza menjadi pemateri dalam kegiatan Coaching Clinic Film di Gedung Pusat Informasi dan Perpustakaan Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu (18/5).
Kegiatan dengan tajuk "Keberagaman dan Kebaruan dalam Film Dokumenter Indonesia" ini, merupakan salah satu rangkaian acara di dalam Festival Kebangsaan yang diadakan oleh UNP dalam rangka penggalangan dana untuk korban bencana alam banjir dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar).
Riri Riza merupakan sutradara film ternama yang banyak menghasilkan karya film-film populer di Indonesia, salah satunya; Petualangan Sherina (2000), Ada Apa Dengan Cinta (2002), Gie (2005), Laskar Pelangi (2008), dan sejumlah film lainnya.
Dalam materinya, Riri mengungkapkan bahwa kebudayaan dapat memunculkan suatu esensi dalam perfilman sehingga banyak diimplementasikan pada film dokumenter Indonesia.
"Beragamnya kebudayaan yang dapat memunculkan berbagai inovasi yang nantinya menjadi suatu ide, tentunya hal ini harus dibekali dengan subjek yang tepat serta komunikasi dan informasi yang jelas," ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan workshop komersial pembuatan film yang dimulai dengan teknik pengambilan foto dan video, teknik mengatur pencahayaan, teknik komunikasi dan interaksi aktor atau subjek.
Terakhir, ia menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menambah pemahaman serta pengetahuan dan bermanfaat bagi peserta yang berminat terjun ke dalam industri perfilman.
"Pada workshop ini, dapat menjadi pemahaman maupun pengetahuan tentang perfilman dan kegiatan ini harap bermanfaat nantinya bagi peserta yang berminat dalam industri perfilman," tutupnya.
Alan, salah satu peserta kegiatan dan juga merupakan alumni UNP, memberikan tanggapan positif terhadap workshop yang menurutnya sangat membantu dalam menambah wawasan peserta terkait industri perfilman.
"Workshop ini sangat membantu peserta dalam memahami teknik mengambil foto maupun vidio serta menambah pengetahuan tentang media komunikasi massa," ujarnya.
Peserta di dalam kegiatan ini terdiri dari beberapa mahasiswa, pegiat seni, serta masyarakat umum.
Komentar (0)