Ganto.co -Universitas Negeri Padang (UNP) berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Dikti), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), serta Yayasan AKAR Indonesia, menggelar Festival Kebangsaan dengan tajuk "Pray for Sumbar" di beberapa lokasi sekitar Rektorat UNP, Sabtu, (18/5).
Festival kebangsaan ini merupakan bentuk kepedulian Instansi Kependidikan terhadap bencana yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar).
Festival ini turut dihadiri oleh Dr. Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian RI, Prof. Dr. rer.nat. Abdul Haris, M. Sc. selaku Dirjen Dikti Ristek, Pahala Nainggolan, Ph.D. selaku Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring, dan terakhir Anindito Aditomo, Ph. D. selaku Badan Standar Kurikulum Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI).
Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dan Dialog Kebangsaan, Prof. Ganefri, Ph.D. selaku Rektor UNP menyatakan turut berduka terhadap bencana yang terjadi di Sumbar dan mengajak para audiens untuk mengirimkan doa kepada para korban yang terdampak.
"Seperti yang kita ketahui saat ini kita dalam suasana duka terhadap bencana alam yang menimpa saudara-saudara kita di Kabupaten Tanah Datar dan hari ini masih banyak korban yang dirawat di Rumah Sakit," ujarnya.
Ia juga menjelaskan terkait bantuan dana untuk para korban yang terdampak.
"Telah terkumpul dana bantuan lebih kurang 300 Juta dan kami akan membantu membangunkan satu Sekolah Dasar (SD) yang runtuh rata dengan tanah dan SD ini sebagai sumbangan dari MRPTNI, adapun dana ini masih kurang dan akan menghabiskan dana lebih kurang 600 Juta," paparnya.
Selanjutnya, ia menjelaskan beberapa agenda Festival Kebangsaan yang akan dilaksanakan setelah acara FGD seperti Dialog Kebangsaan, Muhasabah dan Doa serta Konser Amal.
"Setelah acara FGD ini diadakan Dialog Kebangsaan dalam rangka menumbuhkan rasa nasionalisme bersama beberapa budayawan dan nanti malam diadakan muhasabah dan doa yang dikemas dalam bentuk Festival Kebangsaan," ujarnya.
Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), Cahya Dwi dari Universitas Negeri Surabaya menuturkan sangat bersemangat mengikuti festival kebangsaan ini.
"Karena saya baru tau ada festival kebangsaan di Padang, saya jadi excited terhadap festivalnya apalagi rangkaian acaranya banyak," ucapnya.
Terakhir, Cahya berharap agar jadwal yang diberikan lebih rinci untuk menghindari misinformasi.
"Apabila selanjutnya ada mahasiswa PMM atau mahasiswa dari luar lagi, semoga jadwalnya bisa lebih dirincikan. Tahu acaranya hanya dari pampflet, sedangkan jam pelaksanaan minim informasi," harapnya.
Komentar (0)