Ganto.co - Wakil Ketua Bidang Akuntan Sektor Bisnis Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Muhammad Romli, SE, MSM, CA, CACP, ERMCP, CERG, CPMA, ASEAN CPA, menyatakan era digital saat ini jauh lebih luas dan menantang, serta banyak pekerjaan yang digantikan oleh teknologi seperti mesin. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dengan materi "Kualitas Angkutan di Era Digital" pada Seminar Nasional Akuntansi 2024 Universitas Semarang (UNNES) yang bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Negeri Padang (BEM FEB UNP) melalui Zoom meeting pada Sabtu, (18/5).
"Saat ini, banyak pekerjaan bisa digantikan oleh teknologi dan digitalisasi. Namun, kita tidak boleh takut dengan kondisi tersebut," ujarnya.
Ia menjelaskan setelah lulus seorang akuntan harus menyusun strategi untuk menghadapi gangguan dan tantangan di era transformasi digital.
"Hal yang harus kita perhatikan ketika telah menjadi akuntan adalah kemampuan memahami, membaca, dan menyusun laporan keuangan. Jika pondasi dan regulasi ini dikuasai, maka kita memiliki peluang besar di dunia kerja setelah lulus," ujarnya.
Romli menekankan bahwa kondisi yang dibutuhkan saat memasuki dunia kerja, khususnya di sektor bisnis dan perusahaan, adalah regulasi yang baik. "Yang paling penting dalam perusahaan atau dunia kerja adalah regulasinya," jelasnya.
Ia juga menambahkan sebagai akuntan tidak boleh takut dengan digitalisasi. "Modalnya adalah menguasai fundamental. Sebagai seorang akuntan, sangat penting untuk belajar manajemen risiko. Kita harus menguasai pemodelan keuangan, masalah tata kelola, dan penyusunan laporan keuangan," tambahnya.
Terakhir, ia mengingatkan agar jangan takut dengan digitalisasi dan sebagai seorang akuntan harus menguasai kompetensi fundamental.
"Di era digital saat ini, yang harus kita kuasai sebagai seorang akuntan adalah kompetensi fundamental," tutupnya.
Komentar (0)