Ganto.co - Mahasiswa Muslimah Cinta Qur'an (MMCQ) dan Ota Anak Gadih mengadakan forum Kajian Muslimah dengan tema "Kita Ini Susah Atau Disusahkan?" yang diselenggarakan di Aula Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (17/05).
MMCQ dan Ota Anak Gadih merupakan forum diskusi islami yang dibuka secara umum untuk semua muslimah yang ingin terlibat di dalamnya.
Annisa Khairat, seorang aktivis pemerhati generasi sekaligus narasumber dalam diskusi ini, menyatakan bahwa banyak dari generasi Z yang memilih pekerjaan di luar profesi Guru.
"Menjadi Guru itu pekerjaannya lebih susah daripada menjadi buruh, karena Guru menghabiskan waktu 24 jam untuk bekerja, mengirim laporan, mengurus administrasi, belum lagi mengurus siswa yang nakal. Karena itu, banyak gen Z yang lebih memilih profesi di luar Guru seperti Youtuber, Konten kreator, dan lainnya," ucapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pergantian kurikulum Indonesia belum tentu menjamin pendidikan siswa dan mahasiswa menjadi pribadi yang berkarakter.
"Kurikulum di Indonesia telah mengalami pergantian sebanyak sebelas kali, tetapi tidak menjamin output yang dihasilkan berkualitas, faktanya, output yang hadir malah sulit untuk dipahami. Hal ini dapat dilihat dari beban tugas dan administrasi yang menumpuk pada Guru dan Dosen, sehingga pada akhirnya siswa dan mahasiswa yang menjadi korban," jelasnya.
Selain itu ia juga menjelaskan bahwa perilaku siswa, beban pendidikan, dan standar penilaian menjadi kombinasi yang menyulitkan Guru.
"Generasi saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja. Kurikulum yang terus berubah menuntut inovasi dan kreativitas, tetapi tanpa pemahaman yang memadai menyebabkan Guru yang kurang paham teknologi menyerahkan tugasnya kepada orang lain, seperti pembuatan RPP dan raport online (e-raport)," jelasnya.
Lebih lanjut, Annisa mengatakan generasi sekarang disulitkan dengan rusaknya kurikulum yang diperparah oleh pergantian landasan yang sudah salah sejak awal.
"Dari segi kurikulum saja sudah rusak, karena dari awal pergantian landasannya sudah salah. Jika akidah Islam menjadi kurikulum, maka tidak akan ada pergantian lagi dan pendidikan akan berjalan sesuai dengan apa yang Allah perintahkan," tambahnya.
Terakhir, menurut Annisa ketika sesuatu diatur oleh aturan yang dibuat oleh Allah SWT, hasilnya akan lebih baik.
"Solusinya adalah kita kembali lagi ke sistem Islam di mana kurikulum berlandaskan pada akidah Islam," tutupnya.
Komentar (0)