Ganto. co - Kehadiran Program MBKM Kampus Mengajar membuat mahasiswa menjalani masa kuliahnya di luar kampus dengan memberikan dedikasinya dalam meningkatkan literasi dan numerasi di sekolah. Berbagai manfaat yang signifikan juga dirasakan oleh mahasiswa mulai dari pengalaman mengajar, eskplor adat dan budaya, hingga pengabdiannya kepada masyarakat, melalui platform Zoom Meeting, Rabu (15/05).
Dalam sambutannya, Dr. Nofrion, M. Pd selaku kasubdit inovasi pembelajaran dan MBKM UNP menyampaikan bahwa pengalaman selama proses program MBKM tidak akan bisa didapatkan di bangku perkuliahan seperti biasanya.
"MBKM itu memberikan pengalaman, yang tidak akan mungkin dapat kita temui di bangku perkuliahan biasanya, oleh karena itu besar harapan saya mahasiswa UNP mengikuti kegiatan MBKM. Semoga para mahasiswa tidak menyianyiakan kesempatan itu, dan bersemangat untuk mengikutinya," ujarnya.
Hal ini turut dirasakan oleh Alex, salah satu mahasiswa program studi pendidikan olahraga yang juga merupakan alumni dari program pertukaran mahasiswa angkatan tiga di Universitas Pendidikan Indonesia menjelaskan benefit yang ia dapatkan.
"Keuntungan yang bisa didapatkan dari program MBKM ini, terkhususnya pertukaran mahasiswa adalah bisa berkesempatan menjalani proses perkuliahan di kampus lain, kita juga bisa mengeksplore kebudayaan dari daerah yang kita tuju, kemudian dapat berkenalan dengan teman-teman mahasiswa dari kampus lain," jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan para mahasiswa tidak perlu khawatir dengan biaya selama program berjalan, sebab itu semua ditanggung oleh pemerintah atau Kemendikbud.
"Benefit lain yang bisa didapatkan adalah semua biaya di tanggung oleh pemerintah, seperti transportasi pulang pergi, dan uang saku atau biaya bantuan hidup. Jadi kita tidak perlu khawatir lagi memikirakan uang yang akan dikeluarkan," tambahnya.
Dalam sesi sharing experience itu, Dwi Ariyani salah satu mahasiswa PGSD UNP, menyampaikan pengalaman menyenangkannya saat menjalani program kampus mengajar di SDN 30 Lubuk Lintah.
"Di sini aku merasa senang bisa langsung merasakan pengalaman mengajar dengan anak-anak sekolah dasar, di saat teman seangkatanku belum merasakan belajar mengajar secara langsung, aku sudah menjalaninya selama lima bulan," ujarnya.
Dwi juga menegaskan, nilai-nilai yang didapatkan dalam program bisa dikonversi ke KRS, jadi tidak perlu khawatir akan membuat mahasiswa lama untuk lulus
Komentar (0)