Ganto.co - UNP terpilih menjadi pusat peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) yang digelar oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) Pada Jumat (26/4/2024).
Guna memperingati HKBN, UNP bersama Dirjen Dikti menggelar Workshop Hari Kebencanaan Nasional Tahun 2024 di Ruang Sidang Senat, Rektorat UNP yang digelar secara luring dan daring melalui Zoom Meeting dan Live Youtube UNP TV serta Dirjen Dikti.
Berdasarkan Pedoman Umum Simulasi Evakuasi Bencana yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, pelaksanan simulasi akan dimulai pukul 10.00 WIB dengan ditandai bunyi sirine peringatan dini tsunami atau bunyi lain yang disepakati seperti, bel, lonceng, kentongan, dan pluit. Sirine tersebut akan berbunyi selama satu menit sebagai penanda gempa bumi terjadi.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Prof. Rusnardi rahmat putra, phd. Eng selaku ketua pusat kajian kebencanaan unp. Ia mengatakan UNP salah satu yang paling rawan dari sisi kondisi tanah, dan poteni tsunami.
"Melihat letak geografis UNP yang berada pada bibir pantai, dirasa cukup rawan akan terjadinya gempa bumi dan tsunami. Maka dari itu simulasi tersebut sangat diperlukan bagi sivitas akademika UNP agar dapat tanggap jika bencana tersebut terjadi nantinya," ujarnya.
Selanjutnya, Rusnardi mengatakan bencana alam di Indonesia makin lama makin meningkat.
"Bencana di Indonesia terjadi signifikan awal tahun ini. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru dua bulan pertama, 1 Januari–27 Februari 2024 sudah ada 361 bencana terjadi di Indonesia. Kejadian bencana terus meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini," ujarnya.
Rusnadri menambahkan kebencanaan harus betul-betul menjadi perhatian pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota serta masyarakat mengingatkan hal tersebut, khususnya kepada warga Sumatra Barat.
"Bencana ini bukan urusan sembarangan, harus betul-betul menjadi perhatian sungguh pemerintah provinsi, pemerintah kota dan masyarakat tentang betapa bahayanya risiko di Sumatra Barat," tambahnya.
Terakhir, ia berharap mahasiswa dan civitas UNP lainnya bisa mengetahui seperti apa pencegahan dan penyelematan diri saat bencana gempa dan tsunami datang.
"Kita berharap melalui simulasi ini mahasiswa dan civitas akademika UNP lebih waspada dan memahami arti dari bencana, kita upayakan siap dan tangguh mengadapi bencana," tuturnya.
Komentar (0)