Ganto.co -Indonesia sebagai Negara dengan letak geografis yang rawan dengan bencana alam, peringatan hari kesiapsiagaan bencana yang jatuh setiap 26 April menjadi kesempatan masyarakat indonesia untuk mengingat betapa pentingnya persiapan dan kewaspadaan menangapi suatu bencana.
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengadakan Workshop Hari Kebencanaan sebagai bentuk peringatan hari Kesiapsiagaan Bencana yang bekerja sama dengan Universitas Negeri Padang (UNP). Acara ini secara resmi dibuka di Ruang Sidang Senat Rektorat UNP pada, Jumat (26/4).
Acara ini juga turut mengundang Rektor-Rektor dan beberapa mahasiswa perwakilan dari Perguruan Tinggi Negeri, Swasta dan Perguruan Tinggi Islam di Sumatera Barat. Pelatihan kepada mahasiswa dan staf kampus juga turut dilakukan agar bisa siap menghadapi berbagai situasi darurat dan bencana alam.
Sekertaris Ditjen Diktiristek Tjitjik Srie Tjahjandarie menyampaikan bahwa terdapat 53.000 desa atau kelurahan di Indonesia yang menjadi wilayah rawan bencana, untuk itu diperlukan adanya kesiapan dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana.
"Kami menyadari bahwa, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu menunjukan lebih dari 53.000 desa atau kelurahan yang ternyata merupakan wilayah yang rawan bencana di seluruh Indonesia ini, oleh karena itu kita perlu menyiapkan atau membangun kewaspadaan kepada seluruh masyarakat agar tanggap terhadap bencana," sampainya.
Tjitjik mengatakan sebagai insan pendidikan tinggi seharusnya mampu menjadi bagian yang bisa membangun kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana untuk menjamin keamanan lingkungan belajar dan bekerja mahasiswa, civitas akademika, dan Tenaga Kependidikan (Tendik).
"Selaku insan pendidikan tinggi yang juga harusnya mampu menjadi bagian yang bisa membangun kewaspadaan kemudian memberikan pelatihan- pelatihan atau ketrampilan terkait kesiapsiagaan bencana yang ada, sebagai upaya kita untuk menjamin keamanan seluruh mahasiswa, civitas akademika, tendik agar mendapat lingkungan belajar dan kerja yang aman," ucapnya.
Ia juga menambahkan UNP menjadi lokasi untuk puncak peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2024 oleh Ditjen Diktiristek. Tjitjik menyebut pemilihan ini karena UNP menjadi satu-satunya universitas yang telah menerapkan Blue Line Tsunami Safe Zone di Indonesia.
"Pada kesempatan ini peringatan kesiapsiagaan bencana secara nasional untuk perguruan tinggi ini kita pusatkan di UNP, karena UNP merupakan bentuk satu-satunya yang telah menerapkan Blue Line Tsunami Safe Zane di Indonesia," tambahnya
Komentar (0)