English Debating Community (EDEC) merupakan komunitas yang berasal dari fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), terkhususnya dari mahasiswa jurusan bahasa inggris. Sampai sekarang anggotanya sudah mencakup berbagai fakultas, tidak hanya mahasiswa jurusan bahasa ingris saja.
Melalui debat bahasa inggris, EDEC membawa nama UNP terdengar ke dunia luar. EDEC sudah mengikuti berbagai perlombaan baik itu skala regional, nasional ataupun internasional. "Debat itu asik," ungkap Dia Anggraini mahasiswi jurusan bahasa Inggris 2008 yang merupakan salah satu anggota komunitas EDEC, Kamis (11/4).
Dia Anggraini yang biasa dipanggil Ghea ini mengatakan setiap ada perlombaan debat, dari EDEC akan selalu mengirim utusan. "Apakah itu dibiayai sendiri atau dibiayai oleh pihak kampus," ujarnya. Ghea masih ingat bahwa pada awalnya dia terjun ke dunia debat akibat pemaksaan dari dosennya sendiri. Sampai sekarang debat tersebut merupakan hal yang sangat disukainya.
Pada EDEC ini diajarkan agar dapat mempertahankan pendapat. Disini kita diajarkan bagaimana cara berdiplomasi, ungkap Ghea. Dia melanjutkan bahwa disini kita melihat atau menilai suatu masalah dari berbagai sudut pandang. Biasanya akan dibagi menjadi sisi pro dan kontra. "Orang yang menang di debat adalah yang bisa mempertahankan pendapatnya sampai akhir waktu perlombaan," ungkapnya.
Pada komunitas ini menurut Ghea tidak banyak yang bertahan, karena mahasiswa pada umumnya hanya ingin yang instan saja. Siapa yang bisa memanfaatkan EDEC ini akan banyak peluang kerja. "Seperti tawaran sebagai juri debat bahasa inggris dalam skala regional dan menjadi transleter kunjungan tamu dari Canada dan Inggris," jelasnya. Selain perlombaan dalam skala internasional, ada juga yang menjadi juri pada skala internasional untuk ajang kawasan Asia Tenggara. Prestasi-prestasi inilah yang membawa komunitas EDEC akan dijadikan UKM di UNP. "Untuk masalah nama setelah menjadi UKM akan tetap sama seperti sekarang," ujarnya.
Ketika ditemui di ruang kerjanya, Pembantu Rektor III Dr. Syahrial Bachtiar mengatakan setuju sekali EDEC ini menjadi UKM. "Kan saya yang meminta mereka mengajukan proposal untuk membentuk menjadi UKM," ujarnya, Rabu (1/5). Beliau melanjutkan komunitas ini sepertinya bagus dan perlu dikembangkan agar mahasiswa lain yang tidak berasal dari jurusan bahasa inggris bisa berpartisipasi juga. Untuk masalah tempat nanti akan diusahakan. "Yang paling penting adalah keeksisan mereka," tutupnya.Winda
Komentar (1)