Ganto.co - Hujan yang mengguyur selama kurang lebih empat jam di Kota Padang, Sumatra Barat pada Kamis (7/3/2024) siang mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Tingginya intensitas hujan menyebabkan daerah di Sumatera Barat dilanda banjir dan longsor.
Dari pantauan akun instagram @infounp, genangan air cukup tinggi terjadi di depan Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Olahraga , dan juga Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang (UNP).
Melalui wawancara bersama Ganto, seorang mahasiswa Sosiologi yang bernama Mardiah yang tinggal di Jalan Teratai mengatakan bahwa, hujan yang tidak berhenti sejak malam hari menyebabkan banjir di pagi hari.
"Tempat aku ngekos ini memang rawan banjir, air hujan semalam yang tidak berhenti membuat banjir pada pagi hari sehingga tadi pagi aku kesulitan pergi kuliah karena banjir tersebut," tuturnya.
Mardiah juga menyampaikan bahwa dampak banjir sangat dirasakan olehnya, terutama kesulitan beraktivitas seperti biasanya.
"Dampak yang dirasakan bagi aku dan masyarakat ketika banjir ini aktivitas jadi terhambat, ketika mahasiswa yang mau kuliah ataupun masyarakat yang mau berkerja jadi terganggu akibat banjir tersebut dan mengganggu aktivitas di pagi hari. Bahkan tadi ada dua motor yang mogok akibat banjir,"ujarnya.
Mahasiswa Sejarah, Clara yang juga ikut terkena dampak, mengaku cukup terkejut karena ini pertama kalinya ia mengalami banjir.
"Berhubung ini pertama kalinya saya merasakan banjir terutama di lingkungan tempat tinggal, cukup terkejut ya karena selama sekitar 1 tahun belum pernah kebanjiran di sekitar kos. Meskipun pernah mendengar kabar bahwa memang di sekitar kos saya sering terkena banjir, tapi saya baru merasakannya pagi ini," ucapnya.
Clara berharap pemerintah daerah dapat mengatasi penyebab banjir, sehingga para mahasiswa dan masyarakat bisa segera beraktivitas normal kemabali.
"Semoga pemerintah daerah bisa menanggulangi penyebab banjir ini dikarenakan banjir tersebut dapat mempengaruhi jalannya aktivitas masyarakat, baik mahasiswa maupun para pekerja," ujarnya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau juga sudah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas tinggi.
Untuk Kota Padang, BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, Padang Utara, Padang Barat, Padang Timur, Kuranji, Pauh, Lubuk Begalung, Padang Selatan, dan Bungus Teluk Kabung.
Di lokasi lain, banjir juga merendam ratusan rumah di Pesisir Selatan yang terjadi di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kecamatan IV Jurai, dan Kecamatan Batang Kapas.
Komentar (0)