Ganto.co - Wakil Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, MM., M.Sc., memaparkan materinya mengenai "Ketahanan Keluarga di Era Artificial Intelligence" dalam Seminar Nasional ICMI Goes to Campus bekerjasama dengan Universitas Negeri Padang yang dilakukan secara Hybrid melalui platform zoom meeting dan di Ruang Sidang Senat Rektorat UNP pada Sabtu, (24/2).
Seminar ICMI Goes to Campus yang sudah dilakukan di hampir 20 Universitas di seluruh Indonesia, yang mana terakhir sudah diadakan di Universitas Khairun Kota Ternate dan beberapa kampus lainnya di Indonesia.
Riri menjelaskan AI merupakan suatu bentuk teknologi yang meniru bagaimana cara manusia berfikir, bekerja, dan memahami pola-pola dalam membuat keputusan-keputusan.
"AI merupakan suatu bentuk teknologi yang dapat meniru bagaimana cara manusia berfikir, bekerja dan memahami pola-pola dalam membuat keputusan-keputusan dalam menyelesaikan suatu masalah," jelas Riri dalam paparan materinya melalui platform zoom meeting.
Dengan pesatnya proses AI ini masuk dan berkembang kita harus memanfaatkan dengan sebaik mungkin.
"Masuknya AI ini dalam kehidupan ini luar biasa, contohnya seperti chat gpt, meskipun begitu kita harus tau bagaimana cara memanfaatkan teknologi ini untuk membuat hasil karya yang benar-benar lebih otentik. Kita harus hati-hati apapun yang kita lakukan semua akan dicatat oleh mesin, jika kita kasih mesinnya untuk bekerja maka mesinya akan semakin pintar, jadi kita harus lebih pintar lagi dari mesin," pungkasnya.
Ia juga menyampaikan teknologi yang bernama AI penting juga untuk diajarkan kepada generasi-generasi selanjutnya.
"Tetap manfaatkan waktu dengan sungguh-sungguh untuk dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang bernama AI ini, juga untuk dapat menggunakan pengalaman kita masing-masing untuk mengajarkannya kepada generasi kedepan bagaimana teknologi AI ini bekerja," ujarnya.
Ia juga menambahkan, bagaimana cara agar terhindar dengan adanya AI.
"Adapun cara menghindari ketergantungan tersebut seperti mendengarkan apa yang sudah di sampaikan oleh dosen, dapat melakukan analisa data secara cerdas tentang apa yang lebih efisien dengan memberikan beberapa pertimbangan terkait etika yang mana hal tersebut belum pernah dipelajari oleh AI," tambahnya.
Terakhir, ia mengatakan sehebat apapun teknologi AI untuk memecahkan masalah, namun AI ini memiliki sisi negatifnya
Komentar (0)