Selasa (30/4) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, kampus Cabang UNP Lubuak Buayo terlihat sepi. Di koridor dekat Gelanggang Olah Raga (GOR) terpajang spanduk berisi tatacara pemilu online presiden mahasiswa 2013. Namun tidak ada TPS dan tanda-tanda adanya pemilu disana. Lalu seorang mahasiswa FIK yang diketahui bernama Muhammad Arifin Siregar datang menenteng sebuah laptop lengkap dengan modemnya. "PPU dan Panwaslu tidak datang kesini", tuturnya mengonfirmasi.
Arifin dan kawan-kawan yang sudah ditunjuk sebanyak 7 orang sebagai panitia sudah menunggu dari pukul 08.00 WIB, tapi PPU dan Panwaslu tidak kunjung datang. Pukul 08.05 ketika ia membuka situs e-voting sudah tercatat seratusan suara yang masuk. Akhirnya Arifin mengambil inisiatif sendiri mengarahkan mahasiswa yang ada disana untuk melakukan pemilihan. "Jika ditunggu lagi, takutnya mahasiswa sudah banyak yang pulang", sambungnya.
Alhasil, terjadilah TPS berjalan pada Pemilu Presiden Mahasiswa di kampus Cabang Lubuak Buayo ini. Arifin dan kawan-kawan mendatangi mahasiswa ke kelas-kelas dan tempat-tempat lainnya di kampus usai perkuliahan dengan fasilitas yang mereka sediakan sendiri. Terdapat 6 laptop lengkap dengan modem. "Untungnya pengisian pulsa modem dibantu oleh tim sukses no dua", tambahnya.
Lain lagi halnya dengan pemilu di kampus cabang UNP Limau Manih. Pagi-pagi sekali tiga orang anggota MPM, PPU dan Panwaslu sudah bertolak ke kampus cabang dengan kendaraan pribadi, dan sudah berada di TPS sebelum pukul 08.00 WIB. Hanya saja permasalahannya terdapat pada antusiasme pemilih. Hal ini dikarenakan kampanye para calon tidak sampai ke kampus cabang ini dan mahasiswa disini bingung mau memilih calon yang ada. Hal ini terlihat dari jarak lebih kurang 5 meter dari TPS, terdapat beberapa mahasiswa perempuan duduk-duduk sambil online, dan kebanyakan belum melakukan pemilihan. Namun ada juga pemilih yang memanfaatkan brosur berisi visi-misi masing-masing calon sebagai patokan untuk memilih. "Dari visi-misi yang ada serta fotonya sudah cukup tergambar pribadi tiap-tiap calon", ungkap Nelda Yanti, mahasiswa Pedidikan Luar Biasa 2010.
Suasana berbeda pun ditemui di kampus cabang UNP, PGSD UPP 3 Gadut. Sekitar pukul 11.00 WIB, di depan Hima PGSD UUP 3 duduk beberapa orang mahasiswa laki-laki dengan beberapa laptop terletak di atas meja. "Disini tidak ada Pemilu", tutur ketua Hima PGSD mengawali perbincangan. Setelah dikonfirmaasi, ternyata beberapa hari menjelang Pemilu tidak ada sosialisasi dan pemberitahuan akan diadakannya Pemilu hari ini (Red. Selasa, 30/4). Baru tadi pagi pukul 08.30 WIB Panwaslu dan PPU datang memberi tahu akan diadakannya pemilu, setelah itu pergi lagi.
Komentar (1)