Ganto.co- Massa yang terdiri dari mahasiswa dan aktivis di Sumatera Barat (Sumbar) berkumpul di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat untuk melangsungkan aksi Sumbar Melawan Oligarki Demokrasi Tidak Boleh Mati pada Kamis, (8/2).
Firdaus yang merupakan salah satu demonstran dalam orasinya menyampaikan ketika kegelisahan atau kejanggalan dalam Pemilihan Umum (Pemilu), jangan ada yang diam, lawan dengan aksi di media sosial untuk memberikan literasi kepada masyarakat.
"Tentu kita semua sepakat untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Pemilu yang berintegritas, dengan asas pemilu sebagai prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Tapi nyatanya pada saat sekarang ini pemimpin di negeri ini tidak mencerminkan hal tersebut." Ujarnya.
Tak ketinggalan, dosen dari Unand Nilma Suryani, SH., MH. menyampaikan tuntutan dari aksi ini agar presiden kembali ke kiprahnya sebagai kepala negara.
"Agar presiden kembali ke kiprahnya menjadi kepala negara, yang mana kita tau sekarang presiden mempertahankan jabatannya dengan mengangkat anaknya menjadi calon presiden, yang diloloskan melalui ketua Mahkamah Konstitusi, maka hal ini yang harus kita berantas," ujarnya
Terakhir, salah satu warga yang berada disekitar aksi menyetujui aksi yang dilakukan mahasiswa dan berharap calon presiden mendatang mentepati janji-janji selama kampanye.
"Saya setuju dengan aksi ini, karna sependapat dengan orasi yang disampaikan. Saya berharap masyarakat juga paham dengan aksi yang dilakukan mahasiswa dan semoga calon presiden yang akan mendatang menepati janji selama kampanye," tuturnya.
Komentar (0)