Ganto.co- Massa yang tergabung dalam kegiatan Panggung Rakyat dengan tema "Deklarasi Rakyat Menggugat" memenuhi Monumen Gempa Padang, Sabtu (4/2).
"Panggung Rakyat adalah ruang kolektif untuk terus membangun kesadaran pasca penguasa otoriter membalas kritik dengan penjara, pembungkaman dan kekerasan. Ruang kesadaran ini kemudian lahir dalam bentuk kesenian dan orasi yang bertujuan mengabarkan penderitaan, penindasan yang dialami oleh kaum buruh, kaum tani, dan rakyat miskin kota, serta menentang segala pembodohan," dikutip dalam pamflet kegiatan yang dibagikan oleh akun instagram @gesersumbar_, @pbhisumbar, @aktivis.kampuss, @aksikamisanpdg, @lbh_padang.
Miftah selaku pembawa acara dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa dipilihnya tema deklarasi rakyat menggugat dikarenakan beberapa persoalan yang terjadi dalam perhelatan pemilihan umum (pemilu) tahun 2024.
"Banyaknya agenda yang bertele-tele dari penyelenggara negara, mulai dari pembangkangan konstitusi, hingga para calon yang selalu menebar janji-janji yang tidak masuk akal," ujarnya.
Jalal dalam orasinya menyampaikan, acara ini adalah panggung rakyat yang diinisiasi oleh kita bersama, dari kita, oleh kita, dan untuk kita.
"Ada yang sedang menjadi keresahan kita bersama pada hari ini, dimana kancah politik Indonesia semakin brutal. Presiden yang semestinya menjadi kepala negara dan kepala pemerintahan di negeri ini, beralih fungsi menjadi oligarki, menjadi penguasa yang otoritarian. Kita juga melihat gerakan-gerakan sosial muncul di berbagai daerah, dan malam ini di Sumatra Barat (sumbar), kita membuktikan bahwasanya gerakan di sumbar masih ada," ujarnya.
Lebih lanjut, Jalal berpendapat bahwa pemilu bukan hanya untuk mengganti kepala pemerintahan, namun juga memastikan kedepannya hak-hak warga negara terjamin.
"Bagi saya pemilu bukan hanya untuk mengganti raja di negeri ini, tetapi memastikan setiap detik kedepannya hak-hak warga negara terjamin. Pemilu yang ada hari ini semestinya ramah lingkungan, semestinya untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan presiden, oligarki dan kloni-kloninya," ujarnya.
Salah satu peserta kegiatan yang tidak ingin disebutkan namanya berharap bahwa acara ini dapat membangkitkan jiwa-jiwa anak muda yang sekarang banyak bersifat pasif.
"Saya berharap ini dapat membangkitkan jiwa muda mereka, lebih banyak ide dalam menyuarakan suaranya karena anak muda sekarang banyak yang bersifat masa bodoh," tutupnya.
Komentar (0)