Tak ketinggalan, Prof. Dr. Indang Dewata, M.Si. selaku pemateri terakhir menyampaikan perspektif lingkungan terkait dampak buruk dari energi panas bumi, risiko bencana, dan potensi konflik sosialnya.
"Pemanfaatan SDA saat ini menjadi perampasan ruang hidup, pengerusakan hudan dan lahan, hilangnya biodiversitas, polusi, kemiskinan, serta intimidasi dan kriminalisasi yang dihadapi rakyat in-situ," jelasnya.
Terakhir, Indang merekomendasikan kebijakan yang dapat meminimalisir terjadinya konflik sosial diantaranya kebijakan lingkungan, restorasi lingkungan, dan kerjasama win-win solution.
"Pemerintah perlu mengimplementasikan kebijakan lingkungan yang kuat untuk memastikan bahwa proyek panas bumi memenuhi standar lingkungan dan berkontribusi positif terhadap keberlanjutan, perlu dilakukan upaya restorasi untuk mengembalikan kondisi alami sebelum proyek dimulai, kerjasama pemerintah, pengusaha, masyarakat dalam pelaksanaan proyek panas bumi dapat membawa manfaat berkelanjutan," tutupnya.
Komentar (0)